Story
Saham Google Menguat Seiring Rencana Pengembangan Chip AI dengan Efisiensi 10x Lipat

Saham Alphabet Inc. (NASDAQ: GOOGL) menguat sebesar 1,15% pada perdagangan Senin pagi menyusul laporan mengenai pendekatan baru perusahaan dalam pengembangan perangkat keras khusus. Google dilaporkan tengah menggarap proyek untuk menanamkan model kecerdasan buatan (AI) andalannya langsung ke dalam chip generasi berikutnya.
Detail Proyek 'Frozen v2'
Menurut laporan dari *The Information*, proyek eksperimental yang diberi nama "Frozen v2" ini dirancang untuk mengintegrasikan cetak biru model AI Gemini langsung ke dalam silikon. Pendekatan yang disebut *model-baked silicon* ini bertujuan untuk melewati *overhead* pemrosesan yang biasa terjadi pada GPU dan TPU serbaguna.
Dengan "mengukir" arsitektur model ke dalam chip, langkah pemrosesan dan pergerakan data dapat dipangkas secara signifikan. Hal ini berpotensi menghasilkan lompatan besar dalam efisiensi dan kecepatan untuk tugas-tugas AI spesifik.
Target Kinerja dan Implikasi Strategis
Proyek ini memiliki target ambisius yang dapat memperkuat posisi Google dalam persaingan AI. Beberapa poin utamanya meliputi:
Ad- Efisiensi Daya: Chip baru ini diproyeksikan 6 hingga 10 kali lebih hemat daya per token dibandingkan dengan TPU (Tensor Processing Unit) yang ada saat ini.
- Mengatasi Kelangkaan Komputasi: Inovasi ini dibangun untuk mengatasi kelangkaan sumber daya komputasi yang saat ini menjadi kendala bagi tim internal dan memaksa Google Cloud menolak beberapa kesepakatan eksternal.
- Jadwal Implementasi: Implementasi chip ini direncanakan paling cepat pada tahun 2028 sebagai jalur produk paralel, bukan pengganti, dari lini produk TPU.
Meski perangkat kerasnya akan terkunci pada kerangka desain AI Google saat ini, para insinyur masih dapat memperbarui parameter melalui pembaruan bobot model (*model weights*).
Respons Perusahaan
Menanggapi laporan tersebut, seorang juru bicara Google menyatakan bahwa tim di perusahaan secara aktif bereksperimen dengan berbagai inovasi untuk efisiensi tinggi. Namun, ia juga mengingatkan bahwa tidak setiap proyek laboratorium pada akhirnya akan mencapai tahap produksi komersial.