Story

Saham Alaska Air Melemah Akibat Proyeksi Laba Kuartal III yang Mengecewakan

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 21, 20261 min read
Saham Alaska Air Melemah Akibat Proyeksi Laba Kuartal III yang Mengecewakan
Text size
Background

Saham Alaska Air Group (ALK) turun 1,6% dalam perdagangan pasca-penutupan setelah perusahaan merilis laporan keuangan kuartal kedua 2026 dan mengeluarkan proyeksi laba untuk kuartal ketiga yang jauh di bawah konsensus Wall Street.

Proyeksi Laba Meleset dari Ekspektasi

Faktor utama yang menekan saham adalah panduan laba kuartal ketiga (Q3) dari manajemen. Perusahaan memproyeksikan laba per saham (EPS) yang disesuaikan hanya di kisaran $0,00 hingga $1,00. Rentang ini berada jauh di bawah estimasi konsensus analis yang berkisar antara $1,38 hingga $1,48 per saham.

Panduan yang lemah ini membayangi hasil kinerja kuartal kedua (Q2) yang sebenarnya sedikit lebih baik dari perkiraan. Alaska Air melaporkan kerugian per saham yang disesuaikan sebesar $0,92, lebih baik dari perkiraan kerugian $0,98. Namun, pendapatan sebesar $4,07 miliar sedikit di bawah ekspektasi analis sebesar $4,09 miliar.

Tekanan Biaya Bahan Bakar

Penyebab utama di balik prospek yang suram adalah lonjakan biaya bahan bakar jet. Menurut laporan perusahaan, biaya bahan bakar ekonomis pada kuartal kedua melonjak menjadi $4,43 per galon, atau naik sekitar 85% secara tahunan (YoY). Kenaikan ini menambah beban biaya sekitar $600 juta selama periode tersebut.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Manajemen memproyeksikan biaya bahan bakar akan sedikit lebih rendah pada Q3, yaitu sekitar $3,75 per galon. Meskipun demikian, volatilitas yang berkelanjutan terkait dengan ketegangan geopolitik baru di Timur Tengah terus membayangi prospek harga bahan bakar ke depan.

Langkah Strategis Jangka Panjang

Di tengah tantangan jangka pendek, Alaska Air juga mengumumkan beberapa langkah strategis. Hawaiian Airlines, yang diakuisisi oleh Alaska, akan mentransisikan armada antar-pulau Boeing 717 ke pesawat 737-800 mulai tahun 2028.

Selain itu, perusahaan berencana untuk memperluas armada kargo khusus dari lima menjadi sembilan pesawat kargo Boeing 737-800. Namun, langkah-langkah yang berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang ini tidak cukup untuk meredakan kekhawatiran investor yang terfokus pada penurunan profitabilitas dalam waktu dekat.

Back to latest news

LATEST