Story

Airbus Percepat Teknologi Pesawat Hibrida-Listrik Melalui Proyek LEIA

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 22, 20261 min read
Airbus Percepat Teknologi Pesawat Hibrida-Listrik Melalui Proyek LEIA
Text size
Background

Airbus mengumumkan kemajuan signifikan dalam teknologi pesawat hibrida-listrik melalui Proyek LEIA (Large Scale Integration Demonstrator of Hybrid Electrical Architecture). Inisiatif ini, yang didukung oleh Clean Aviation Joint Undertaking dari Uni Eropa, bertujuan untuk mengembangkan sistem energi non-propulsif untuk pesawat komersial generasi mendatang.

Fokus dan Tujuan Proyek

Proyek LEIA berfokus pada pengembangan sistem pembangkitan dan distribusi tegangan tinggi untuk berbagai sistem kelistrikan di dalam pesawat. Teknologi ini dirancang khusus untuk pesawat komersial dengan rute penerbangan jarak pendek hingga menengah.

Menurut Karim Mokaddem, Head of aircraft of tomorrow Research and Technology di Airbus, proyek ini menandai "pergeseran penting dalam cara kami merancang masa depan penerbangan." Ia menambahkan bahwa dengan beralih ke arsitektur hibrida-listrik yang terintegrasi dan cerdas, Airbus secara aktif meletakkan fondasi fisik dan digital untuk pesawat generasi berikutnya.

Langkah Lanjutan dan Uji Coba

LEIA merupakan kelanjutan dari proyek SWITCH, yang berkonsentrasi pada subsistem powertrain hibrida-listrik. Collins Aerospace telah menyelesaikan pengujian laboratorium terintegrasi untuk SWITCH pada bulan Juli, bekerja sama dengan Pratt & Whitney, GKN Aerospace, dan MTU Aero Engines.

Subsistem tersebut kini dipindahkan ke laboratorium Airbus Sustainable Technology and Engineering Projects di Ottobrun, Jerman. Di fasilitas ini, tim Airbus akan melakukan pengujian integrasi tingkat pesawat, yang mencakup:

Sample IUX Markets – In-articleAd
  • Desain arsitektur
  • Antarmuka baterai
  • Sistem manajemen energi

Airbus berencana untuk memvalidasi sistem ini melalui serangkaian pengujian, dengan target demonstrasi darat dijadwalkan pada tahun 2027.

Kolaborasi Industri Skala Besar

Keberhasilan proyek ini didukung oleh kolaborasi luas dengan berbagai mitra industri dan akademis. Selain Collins Aerospace, mitra Airbus dalam proyek LEIA termasuk AVL, Safran, SAFT, Liebherr Aerospace, Fraunhofer-Gesellschaft, University of Warwick, dan beberapa institusi terkemuka lainnya dari Eropa.

Langkah ini menunjukkan bahwa masa depan aviasi tidak hanya bergantung pada sumber daya baru, tetapi juga pada ekosistem baru yang akan mengelolanya, yang menjadi inti dari pengembangan teknologi hibrida-listrik oleh Airbus.

Back to latest news

LATEST