Story
Abbott Laboratories Selidiki Dua Insiden Siber, Sebut Operasional Tak Terdampak

Summary
Abbott Laboratories mengonfirmasi sedang menyelidiki dua insiden siber terpisah di unit diagnostik kanker dan portal LabCentral. Perusahaan menegaskan operasional bisnis tidak terpengaruh dan tidak memperkirakan adanya dampak material terhadap keuangan.
Abbott Laboratories (NYSE: ABT) pada hari Jumat mengumumkan sedang menyelidiki dua insiden siber terpisah yang melibatkan akses tidak sah ke beberapa sistem internalnya. Perusahaan alat kesehatan tersebut menegaskan bahwa operasionalnya tidak terpengaruh oleh insiden ini.
Rincian Insiden
Insiden pertama terjadi di unit bisnis diagnostik kanker, di mana pihak tak berwenang mendapatkan akses ke beberapa sistem internal. Abbott menyatakan bahwa insiden ini hanya berdampak pada sistem warisan Exact Sciences yang terpisah dari sistem utama Abbott, dan tidak ada bisnis, situs, atau sistem lain yang terkena imbas.
Insiden kedua melibatkan dugaan akses peretas ke portal LabCentral, sebuah portal eksternal yang dihosting oleh pihak ketiga dan digunakan oleh bisnis diagnostik laboratorium inti Abbott. Perusahaan menjelaskan bahwa portal tersebut tidak berisi informasi bisnis atau pelanggan yang sensitif.
Dampak Terbatas dan Respons Perusahaan
Menurut Abbott, portal LabCentral hanya berisi dokumen referensi produk teknis yang tersedia untuk umum, seperti manual pengoperasian, daftar periksa pemecahan masalah, dan spesifikasi produk. Perusahaan menyatakan tidak ada dampak terhadap bisnis atau pelanggan dan tidak ada informasi sensitif yang diketahui terekspos.
AdAbbott telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah ini, termasuk melibatkan pakar keamanan siber eksternal dan aparat penegak hukum. Bagi investor, yang terpenting adalah perusahaan tidak memperkirakan adanya dampak material terhadap bisnis atau hasil keuangannya akibat insiden ini.
Konteks Sektor Kesehatan
Insiden yang dialami Abbott menyoroti tren peningkatan serangan siber yang menargetkan perusahaan di sektor layanan kesehatan. Dalam beberapa waktu terakhir, perusahaan seperti Clover Health Investments, Stryker, Medtronic, dan Novo Nordisk juga menghadapi insiden serupa.
Serangan semacam ini dapat mengganggu operasional, membatasi akses ke data penting, dan meningkatkan kekhawatiran mengenai perlindungan informasi sensitif di industri kesehatan, yang menjadi risiko penting untuk dipantau oleh para pelaku pasar.