Story
Unit Usaha ZTE Kantongi Izin AS untuk Beli Chip AI Canggih Nvidia H200

Summary
Sebuah unit dari ZTE Corp dan dua perusahaan China lainnya dilaporkan telah menerima persetujuan dari Amerika Serikat untuk membeli chip AI canggih, termasuk Nvidia H200, di tengah ketatnya kontrol ekspor teknologi antara kedua negara.
Sebuah unit dari produsen peralatan telekomunikasi ZTE Corp dan dua perusahaan China lainnya termasuk di antara entitas terbaru yang menerima persetujuan Amerika Serikat untuk membeli chip kecerdasan buatan (AI) canggih. Persetujuan ini mencakup produk dari Nvidia dan AMD, menurut dokumen dan dua sumber yang mengetahui masalah tersebut, seperti dilaporkan oleh Reuters.
Rincian Izin Ekspor
Menurut laporan tersebut, perusahaan yang menerima izin AS adalah:
- ZTE Kangxun Telecom, sebuah unit dari ZTE.
- Maginfra, sebuah produsen server.
- Zhuhai Hengqin Yunxiang Zhisheng Network Technology, anak perusahaan dari Kingsoft, sebuah perusahaan komputasi awan.
ZTE Kangxun dan Maginfra diizinkan untuk membeli chip Nvidia H200, salah satu prosesor AI paling kuat yang digunakan untuk melatih model AI skala besar. Sementara itu, anak perusahaan Kingsoft mendapat izin untuk menggunakan beberapa chip AMD yang menjadi pesaing H200. Pemberian izin kepada ketiga perusahaan ini memperluas daftar entitas China yang diketahui telah mendapat lampu hijau dari Washington, di luar raksasa internet seperti Alibaba dan Tencent yang dilaporkan sebelumnya.
Konteks Pembatasan Teknologi
AdPersetujuan ini menjadi perkembangan signifikan di tengah persaingan teknologi antara AS dan China. Sejak 2022, Washington secara bertahap memperketat pembatasan ekspor chip AI canggih ke China dengan alasan bahwa teknologi tersebut dapat digunakan untuk mendukung modernisasi militer negara itu. Chip Nvidia H200, yang mulai dikirimkan secara global pada 2024, telah menjadi titik fokus dari kebijakan kontrol ini.
Meski demikian, pemerintah AS tetap memberikan izin penjualan secara selektif. Beberapa pihak di Washington berpendapat bahwa ekspor ini dapat mempromosikan dominasi teknologi AS, sementara perusahaan seperti Nvidia berupaya mempertahankan akses ke pasar China yang merupakan salah satu yang terbesar di dunia.
Implikasi dan Ketidakpastian Pasar
Meskipun izin telah diberikan, prosesnya masih menghadapi tantangan. Laporan Reuters pada bulan Mei menyebutkan bahwa meskipun sekitar 10 perusahaan China telah disetujui untuk membeli chip Nvidia, belum ada pengiriman yang dilakukan karena kesepakatan tersebut masih terhambat oleh persyaratan persetujuan dan pengawasan di Washington maupun Beijing.
Namun, sumber terbaru mengindikasikan adanya kemajuan. Beberapa perusahaan komputasi awan di China baru-baru ini memberitahu mitra dan klien mereka bahwa mereka mungkin akan segera dapat memperoleh chip H200, menandakan potensi kemajuan dalam proses peninjauan impor oleh otoritas China. Di sisi lain, China juga terus mendorong pengembangan alternatif domestik, yang menciptakan ketidakpastian jangka panjang bagi penjualan chip AS. Pihak ZTE, Maginfra, Kingsoft, Nvidia, AMD, Kementerian Perdagangan China, dan Biro Industri dan Keamanan AS tidak memberikan komentar atas laporan ini.