Story
Mata Uang Asia Bervariasi: Dolar AS Stabil Menjelang Keputusan Fed, Yen Melemah

Summary
Dolar AS bertahan di dekat level tertinggi multi-minggu menjelang keputusan kebijakan Federal Reserve, menekan yen Jepang ke level terendah satu minggu, sementara mata uang Asia lainnya bergerak beragam.
Mata uang Asia menunjukkan pergerakan yang beragam pada hari Rabu, dengan yen Jepang melemah ke level terendah dalam satu minggu. Penguatan dolar AS yang bertahan di dekat level tertinggi multi-minggu menjadi penekan utama, seiring investor menantikan keputusan kebijakan dari Federal Reserve dan Bank of Japan (BOJ) pekan ini.
Dolar Menguat Jelang Keputusan The Fed
Dolar AS mendapatkan traksi dalam beberapa sesi terakhir karena pasar semakin mengantisipasi bahwa Federal Reserve akan melanjutkan siklus kenaikan suku bunga. Indeks Dolar AS, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, diperdagangkan sedikit berubah di sekitar level 99,63.
Kenaikan imbal hasil Treasury AS dan lonjakan harga energi baru-baru ini memperkuat ekspektasi inflasi, yang pada gilirannya mendukung prospek kebijakan moneter yang lebih ketat dari The Fed. "Ketika The Fed melakukan pengetatan, biasanya mereka menaikkan suku bunga pada pertemuan berurutan, yang merupakan ekspektasi kami saat ini," tulis analis di ANZ dalam sebuah catatan.
Yen Melemah, Fokus Tertuju pada Bank of Japan
Yen Jepang melemah, dengan pasangan USD/JPY naik 0,2% ke level sekitar 155,34 per dolar, setelah sebelumnya menyentuh level terendah satu minggu di 155,43. Pelemahan ini terjadi meskipun mata uang tersebut baru saja mengalami reli terkuatnya dalam beberapa bulan terakhir.
AdPasar saat ini memperkirakan probabilitas sekitar 80% bahwa BOJ akan menaikkan suku bunga pada hari Jumat. Namun, analis dari Bank of America mencatat bahwa probabilitas kenaikan beruntun tetap rendah, kecuali jika pasangan USD/JPY sepenuhnya membalikkan penurunannya baru-baru ini.
Pergerakan Mata Uang Regional Lainnya
Di tempat lain di Asia, pergerakan mata uang cenderung bervariasi. Won Korea Selatan melemah, dengan USD/KRW naik 0,2% menjadi 1.364,73, meskipun won telah menguat lebih dari 15% terhadap dolar sejak akhir Juni. Yuan Tiongkok tetap tangguh, dengan USD/CNH diperdagangkan di sekitar 6,7104.
Sementara itu, Rupiah Indonesia (IDR) terpantau melemah tipis, dengan pasangan USD/IDR naik ke level 17.707,7. Pergerakan mata uang regional lainnya meliputi:
- Dolar Selandia Baru (NZD) melemah 0,7% terhadap dolar AS.
- Dolar Singapura (SGD) sedikit melemah, dengan USD/SGD naik 0,1%.
- Ringgit Malaysia (MYR) turun tajam, dengan USD/MYR anjlok ke 4,0446.