Story
Yen Melonjak 3,3% di Tengah Dugaan Intervensi Otoritas Jepang Jelang Rapat BoJ

Yen Jepang melonjak tajam terhadap dolar AS pada sesi perdagangan New York, memicu spekulasi kuat bahwa otoritas Jepang telah melakukan intervensi di pasar valuta asing. Langkah ini terjadi tepat menjelang pengumuman keputusan suku bunga oleh Bank of Japan (BoJ) yang sangat dinantikan.
Dugaan Intervensi Memicu Reli Yen
Nilai tukar yen terhadap dolar AS sempat menguat hingga 3,3% ke level 157,98, mencatatkan kenaikan harian terbesar sejak Desember 2023. Menurut sumber yang mengetahui masalah ini, pemerintah Jepang melakukan intervensi untuk menopang mata uangnya, sementara otoritas AS dilaporkan melakukan pemeriksaan nilai tukar (*rate check*) sekitar pukul 02:30 waktu Tokyo.
Langkah ini mendapat dukungan dari AS, di mana Menteri Keuangan AS Scott Besant menyatakan bahwa ia meyakini yen "sangat undervalued" dan "volatilitas yang berlebihan" tidak baik untuk kesehatan pasar. Namun, Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, menolak berkomentar apakah intervensi telah dilakukan, seraya menegaskan kembali bahwa otoritas selalu siap untuk merespons dengan kewaspadaan tinggi.
Konteks Pasar dan Fokus pada BoJ
Lonjakan yen terjadi setelah mata uang ini berada di bawah tekanan kuat selama berbulan-bulan, sempat jatuh ke level terendah dalam hampir 40 tahun. Pelemahan ini terutama disebabkan oleh pelebaran diferensial suku bunga antara Jepang, yang mempertahankan kebijakan longgar, dan Amerika Serikat, di mana Federal Reserve menahan suku bunga di level tinggi.
AdPada kuartal sebelumnya, Jepang telah menghabiskan rekor 11,73 triliun yen (sekitar $73,4 miliar) untuk intervensi, namun tekanan terhadap yen terus berlanjut. Kini, fokus pasar beralih sepenuhnya ke rapat BoJ. Meskipun pasar secara umum memperkirakan BoJ akan mempertahankan suku bunga, beberapa analis, seperti Rory Green dari TS Lombard, mencatat bahwa intervensi di masa lalu sering kali diikuti oleh kenaikan suku bunga.
Dampak pada Dolar dan Emas
Langkah intervensi yang diduga dilakukan Jepang secara langsung menekan dolar AS, yang melemah terhadap sejumlah mata uang utama. Pelemahan dolar ini memberikan dukungan bagi komoditas yang dihargakan dalam dolar, terutama emas.
Harga emas spot sempat melonjak dan menembus level $4.100 per ons, diuntungkan oleh dolar yang lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain. Keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga minggu ini juga memberikan dukungan tambahan bagi logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.