Story
Wall Street Melemah Seiring Pernyataan Trump Mengenai Iran

Summary
Indeks-indeks utama Wall Street turun pada hari Rabu setelah Presiden Donald Trump menyatakan kesepakatan sementara dengan Iran telah "berakhir". Pernyataan ini memicu kenaikan harga minyak dan menekan saham-saham yang sensitif terhadap biaya bahan bakar.
Indeks-indeks utama Wall Street melemah pada perdagangan hari Rabu setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan sementara yang bertujuan mengakhiri perang dengan Iran telah "berakhir". Berbicara di sela-sela KTT NATO, Trump menambahkan bahwa Washington kemungkinan akan melakukan serangan tambahan, sehingga meningkatkan ketegangan geopolitik dan ketidakpastian di pasar.
Pernyataan tersebut secara langsung memicu kenaikan harga minyak, dengan harga minyak mentah Brent dan West Texas Intermediate (WTI) AS sama-sama melonjak lebih dari 5%. Akibatnya, saham-saham di sektor energi menguat, namun saham yang sensitif terhadap biaya bahan bakar seperti maskapai penerbangan dan operator kapal pesiar mengalami penurunan. Saham United Airlines, Southwest Airlines, dan Carnival Corp tercatat melemah.
Meskipun demikian, pelemahan pasar yang lebih dalam berhasil diredam oleh kinerja positif dari saham-saham semikonduktor. Saham Broadcom naik secara signifikan setelah Apple mengumumkan rencana belanja lebih dari $30 miliar sebagai bagian dari perjanjian pasokan chip. Kenaikan ini turut mengangkat indeks Philadelphia SE Semiconductor dan membantu membatasi kerugian pada indeks Nasdaq yang padat saham teknologi.
AdEskalasi terbaru ini mengancam reli ekuitas yang telah mendorong indeks S&P 500 naik sekitar 10% sepanjang tahun ini. Lonjakan harga minyak dapat menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi dan mempersulit arah kebijakan Federal Reserve. CBOE Volatility Index (VIX), yang dikenal sebagai "indeks ketakutan" Wall Street, sempat mencapai level tertinggi dalam lebih dari seminggu, menandakan meningkatnya kecemasan investor.