Story
Kapal Tanker LNG Sewaan Vitol Dialihkan di Mediterania Setelah Diduga Mengalami Serangan Siber

Summary
Sebuah kapal tanker LNG yang disewa oleh Vitol Group dialihkan dari tujuannya di Italia setelah awak kapalnya melaporkan dugaan serangan siber yang melumpuhkan sistem kendali utama. Insiden ini menyoroti meningkatnya kekhawatiran keamanan bagi rantai pasokan energi global.
Sebuah kapal tanker gas alam cair (LNG) yang disewa oleh raksasa perdagangan komoditas Vitol Group dialihkan dari tujuannya di Italia setelah awak kapal melaporkan dugaan serangan siber yang membahayakan beberapa sistem kendali kapal, menurut laporan Bloomberg pada hari Jumat.
Kapal tersebut, Vivit Africa LNG, sedang berlayar di Laut Mediterania dan Adriatik dalam perjalanan menuju Italia awal bulan ini ketika insiden itu terjadi.
Detail Insiden
Kapal tanker tersebut, yang memuat kargonya di terminal Cameron LNG di Louisiana, sedang mendekati tujuannya di Rovigo, Italia, pada awal September ketika awak kapal kehilangan akses ke beberapa sistem kendali internal. Kapten kemudian melaporkan "kegagalan dalam sistem yang digunakan untuk memantau parameter kargo," menurut pernyataan email dari Kapten Penjaga Pantai Italia Roberto D’Arrigo.
Setelah kegagalan sistem, kapal tersebut berlabuh di lepas pantai Italia tanpa membongkar kargonya. Menurut data pengiriman yang dikumpulkan oleh Bloomberg, kapal tanker tersebut mulai berlayar meninggalkan Italia pada hari Rabu, dan mengubah rute menuju pelabuhan Algeciras di Spanyol, dekat pintu masuk ke Mediterania.
Investigasi dan Respons
AdAwak kapal melaporkan kejadian tersebut sebagai dugaan serangan siber kepada Korean Register, penasihat teknis dan keselamatan kapal berbendera Korea Selatan, pada awal pekan lalu. Investigasi dilaporkan sedang berlangsung, meskipun belum ada informasi yang dirilis mengenai pelaku potensial.
Vitol Group mengkonfirmasi bahwa kapal tersebut berada di bawah kontrak sewa jangka panjangnya tetapi menolak untuk memberikan komentar lebih lanjut. Penjaga Pantai Italia menyatakan telah memberikan bantuan dan mengeluarkan peringatan navigasi bagi kapal lain untuk menjaga jarak aman, karena penyebab kegagalan sistem tidak dapat ditentukan.
Kekhawatiran Keamanan yang Lebih Luas
Kejadian ini menggarisbawahi kekhawatiran yang semakin meningkat tentang kerentanan infrastruktur energi kritis terhadap ancaman siber. Insiden ini menyusul laporan dari akhir Agustus bahwa dua kapal tanker minyak dan gas lainnya telah dinaiki dan diperiksa oleh Penjaga Pantai AS dan FBI di lepas pantai AS setelah dugaan serangan siber serupa.
Pejabat AS dilaporkan kini memantau hampir 20 kapal di seluruh dunia untuk ancaman serupa. Serangan terhadap aset bergerak seperti kapal pengangkut LNG menimbulkan risiko langsung terhadap stabilitas rantai pasokan energi global, berpotensi memengaruhi keamanan kargo, jadwal pengiriman, dan harga pasar.