Story
Vast dan ESA Teken Perjanjian untuk Misi Astronot Yunani Pertama ke ISS

Badan Antariksa Eropa (ESA) telah menandatangani perjanjian dengan perusahaan antariksa Vast untuk menerbangkan astronot Yunani pertama ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Pengumuman ini disampaikan dalam acara International Space Summit di Paris, menandai langkah penting dalam kolaborasi antara agensi pemerintah dan sektor antariksa swasta.
Detail Misi dan Kemitraan
Misi yang dinamai Vast-PAM-1 ini direncanakan untuk diluncurkan pada tahun 2027. Transportasi akan disediakan oleh SpaceX menggunakan wahana antariksa Dragon yang diluncurkan dengan roket Falcon 9. Misi ini merupakan bagian dari inisiatif misi swasta yang lebih luas dalam kemitraan dengan NASA.
Dr. Adrianos Golemis, seorang dokter penerbangan ESA, akan menjabat sebagai Spesialis Misi. Ia akan bergabung dengan astronot ESA lainnya, Thomas Pesquet dari Prancis sebagai Komandan dan Aleš Svoboda dari Republik Ceko sebagai Pilot. Anggota kru keempat akan diumumkan di kemudian hari.
Proses Persetujuan dan Pelatihan
Penugasan Dr. Golemis masih menunggu persetujuan dari Panel Operasi Kru Multilateral (MCOP). Panel ini mengambil keputusan berdasarkan konsensus dari perwakilan NASA, ESA, Roscosmos, Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA), dan Canadian Space Agency (CSA).
AdPelatihan untuk Dr. Golemis dijadwalkan akan dimulai pada bulan September di Amerika Serikat bersama tim dari Vast, SpaceX, dan NASA. Pelatihan tersebut akan mencakup:
- Sistem kendaraan peluncur Falcon 9 dan wahana antariksa Dragon.
- Prosedur kesiapsiagaan darurat.
- Latihan penggunaan pakaian antariksa serta simulasi masuk dan keluar dari wahana.
- Berbagai simulasi misi.
Latar Belakang Astronot
Dr. Golemis memiliki latar belakang medis dari Aristotle University of Thessaloniki dan gelar Master of Space Sciences dari International Space University di Strasbourg. Pengalamannya termasuk bekerja di Antartika pada tahun 2014 untuk mengimplementasikan eksperimen Eropa mengenai fisiologi dan psikologi manusia. Ia telah menjabat sebagai Dokter Penerbangan ESA sejak 2018.