Story

Departemen Keuangan AS Intervensi Pasar, Beli Yen untuk Topang Nilai Tukar

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 5, 20261 min read
Departemen Keuangan AS Intervensi Pasar, Beli Yen untuk Topang Nilai Tukar
Text size
Background

Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) dilaporkan melakukan intervensi di pasar valuta asing pada hari Jumat dengan membeli yen. Langkah ini merupakan aksi bersama dengan otoritas Jepang untuk menopang mata uang yang telah merosot ke level terendah dalam hampir empat dekade.

Detail Intervensi

Menurut laporan dari *Financial Times* yang mengutip sumber-sumber yang mengetahui masalah ini, Federal Reserve Bank of New York melakukan operasi tersebut atas nama Departemen Keuangan. Intervensi dilakukan dengan cara menjual euro untuk membeli yen.

Laporan tersebut menambahkan bahwa transaksi di pasar dieksekusi oleh bank investasi Goldman Sachs (NYSE:GS) dan Morgan Stanley (NYSE:MS). Sebelumnya pada hari Jumat, Reuters melaporkan bahwa Departemen Keuangan AS telah memberitahu beberapa bank tentang kemungkinan intervensi dan meminta mereka untuk "siap sedia untuk tindakan lebih lanjut".

Konteks dan Dampak Pasar

Langkah terkoordinasi ini menandai eskalasi yang signifikan dalam upaya untuk menstabilkan yen. Intervensi AS ini menyusul aksi nyata dari otoritas Jepang pada hari Kamis. Data dari Bank of Japan (BoJ) menunjukkan bahwa otoritas Jepang kemungkinan telah menjual mata uang asing senilai hingga $58,97 miliar untuk membeli yen.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Berita mengenai kemungkinan intervensi AS ini langsung memicu penguatan nilai tukar yen terhadap dolar AS selama sesi perdagangan hari Jumat. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap pelemahan yen yang terus-menerus, yang telah meningkatkan biaya impor di Jepang dan menambah tekanan inflasi.

Implikasi bagi Ekonomi Jepang

Sementara intervensi bertujuan untuk meredakan tekanan inflasi yang didorong oleh impor, penguatan yen juga memiliki konsekuensi. Penguatan mata uang dapat memberikan tekanan pada para eksportir Jepang, karena pendapatan mereka dari luar negeri akan bernilai lebih rendah ketika dikonversi kembali ke mata uang lokal.

Saat dimintai komentar di luar jam kerja, Departemen Keuangan AS, The Fed New York, dan Morgan Stanley tidak segera memberikan tanggapan. Sementara itu, Goldman Sachs menolak untuk berkomentar mengenai masalah ini.

Back to latest news

LATEST