Story
Bursa Berjangka AS Melemah di Tengah Ketegangan Iran dan Jelang Rilis Laba Kuartal II

Kontrak berjangka indeks saham utama AS melemah pada perdagangan Minggu malam, menandakan potensi awal pekan yang negatif bagi Wall Street. Sentimen pasar terbebani oleh meningkatnya kembali ketegangan geopolitik di Timur Tengah, sementara investor mengalihkan fokus pada dimulainya musim laporan keuangan kuartal kedua.
Ketegangan AS-Iran Membayangi Pasar
Sentimen penghindaran risiko (risk-off) meningkat setelah Amerika Serikat dan Iran kembali terlibat dalam serangan balasan selama akhir pekan. Komando Pusat AS (Centcom) melaporkan telah melancarkan serangan lebih lanjut terhadap Iran, yang dibalas dengan serangan ke pangkalan-pangkalan AS di kawasan tersebut.
Ketidakpastian semakin dalam akibat sinyal yang bertentangan mengenai status Selat Hormuz, jalur pelayaran minyak yang vital. Laporan dari Teheran menyebutkan selat tersebut ditutup untuk pelayaran komersial, sementara Centcom menegaskan bahwa jalur air itu tetap terbuka. Eskalasi ini mendorong kenaikan tajam pada harga minyak dan membuat investor tetap waspada.
Berdasarkan data hingga Minggu malam pukul 19:16 ET (Senin pagi waktu Asia):
- S&P 500 Futures turun 0,3% menjadi 7.598,50 poin.
- Nasdaq 100 Futures melemah 0,5% ke level 29.890,50 poin.
- Dow Jones Futures terkoreksi 0,2% menjadi 52.814,0 poin.
AdFokus Beralih ke Musim Laporan Keuangan
Di luar berita utama geopolitik, agenda utama pasar minggu ini adalah dimulainya musim laporan keuangan kuartal kedua. Kinerja keuangan perusahaan akan menjadi ujian penting bagi ketahanan ekonomi di tengah gangguan akibat konflik dan kenaikan harga energi.
Sektor perbankan akan menjadi sorotan utama, dengan raksasa seperti JPMorgan Chase & Co, Bank of America Corp, Goldman Sachs Group Inc, Wells Fargo & Company, dan Citigroup Inc dijadwalkan merilis laporan pada hari Selasa. Laporan dari Morgan Stanley dan Bank of New York Mellon Corp akan menyusul pada hari Rabu.
Investor juga akan mencermati laporan dari perusahaan-perusahaan besar lainnya, termasuk Johnson & Johnson, produsen chip ASML Holding NV dan TSMC, serta Netflix Inc. Laporan-laporan ini akan memberikan gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana laba korporasi bertahan menghadapi tantangan ekonomi saat ini.