Story
Bursa Saham AS Jeda Setelah Reli, Investor Nantikan Data Ekonomi dan Laporan Laba

Summary
Kontrak berjangka indeks saham AS bergerak datar setelah reli dua hari, karena investor menahan diri menjelang rilis data penjualan ritel dan laporan pendapatan dari perusahaan-perusahaan besar.
Kontrak berjangka indeks saham AS bergerak datar pada hari Kamis, menandakan jeda setelah reli selama dua hari, karena investor menantikan rilis data ekonomi penting dan gelombang laporan pendapatan perusahaan.
Pasar Menanti Data Kunci
Investor kini mengalihkan fokus pada data penjualan ritel dan klaim pengangguran mingguan. Data-data ini akan memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai kondisi ekonomi AS dan apakah perlambatan yang terjadi cukup untuk meredam inflasi tanpa memicu kekhawatiran resesi.
Dari sisi pendapatan, laporan dari raksasa asuransi kesehatan UnitedHealth dan layanan streaming Netflix akan menjadi sorotan utama. Prospek laba dari United Airlines juga menjadi perhatian, di mana sahamnya turun 2,3% di pra-pasar setelah lonjakan harga minyak membebani proyeksi keuntungannya.
Tekanan pada Sektor Semikonduktor
Sektor semikonduktor melanjutkan penurunannya dari sesi sebelumnya di tengah rotasi investor. Saham TSMC yang terdaftar di AS turun 3,2% dalam perdagangan pra-pasar, meskipun produsen chip canggih tersebut melaporkan lonjakan laba kuartal kedua sebesar 77% yang melampaui ekspektasi pasar.
AdProdusen chip memori lainnya juga mengalami tekanan jual, dengan saham Western Digital dan Seagate Technology masing-masing melemah 3,9% dan 3,3%.
Konteks Pasar dan Ekspektasi The Fed
Pergerakan datar ini terjadi setelah indeks utama Wall Street naik selama dua sesi berturut-turut. Reli tersebut didorong oleh data inflasi Indeks Harga Produsen (PPI) yang lebih rendah dari perkiraan, menyusul data inflasi konsumen yang juga melandai di awal pekan.
Data inflasi yang lebih dingin telah mengurangi kekhawatiran pasar terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat dari Federal Reserve. Menurut CME FedWatch Tool, pasar saat ini hanya memperhitungkan probabilitas 10,2% untuk kenaikan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan The Fed bulan ini.
Menurut Mark Haefele, Chief Investment Officer di UBS Global Wealth Management, meskipun dinamika geopolitik dapat memicu kemunduran, pendapatan perusahaan akan tetap menjadi pendorong utama kinerja pasar hingga akhir tahun.