Story

Futures Saham AS Melemah di Tengah Ketegangan Iran dan Penantian Data Inflasi

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 14, 20262 min read
Futures Saham AS Melemah di Tengah Ketegangan Iran dan Penantian Data Inflasi
Text size
Background

Kontrak berjangka (futures) indeks saham AS melemah pada Senin malam, tertekan oleh meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran di Selat Hormuz. Para investor juga mengambil sikap hati-hati menjelang rilis data inflasi konsumen dan dimulainya musim laporan pendapatan kuartal kedua pekan ini.

Ketegangan Geopolitik Memicu Penghindaran Risiko

Sentimen pasar memburuk setelah Komando Pusat AS (U.S. Central Command) pada hari Senin mengumumkan telah melancarkan serangan lanjutan terhadap target-target Iran. Langkah ini menyusul pernyataan Presiden Donald Trump yang memberlakukan kembali blokade laut terhadap Teheran di Selat Hormuz, sebuah jalur perairan vital bagi perdagangan minyak global.

Eskalasi konflik ini, yang dipicu oleh serangan Iran terhadap beberapa kapal kargo, secara langsung berdampak pada pasar komoditas. Harga minyak melonjak hampir 10%, memicu kekhawatiran investor akan potensi inflasi yang didorong oleh kenaikan harga energi dan dampaknya terhadap kebijakan suku bunga ke depan.

Fokus Beralih ke Laporan Pendapatan dan Data CPI

Investor kini mengalihkan perhatian pada sejumlah katalis pasar yang akan dirilis pada hari Selasa. Musim laporan keuangan kuartal kedua akan dimulai secara resmi dengan rilis dari raksasa perbankan Wall Street, termasuk JPMorgan Chase & Co, Bank of America Corp, dan Goldman Sachs Group Inc. Laporan-laporan ini akan menjadi barometer penting untuk melihat apakah laba korporasi mampu bertahan di tengah gejolak ekonomi.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Selain itu, data Indeks Harga Konsumen (IHK) atau CPI untuk bulan Juni juga akan dirilis pada hari Selasa. Angka ini diperkirakan akan sangat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve. Sebelumnya, Gubernur The Fed Christopher Waller menyatakan bahwa bank sentral mungkin perlu segera menaikkan suku bunga jika inflasi terus bertahan jauh di atas target tahunan 2%.

Koreksi Sektor Teknologi Menekan Wall Street

Pelemahan pada pasar futures terjadi setelah sesi perdagangan yang negatif di Wall Street pada hari Senin, di mana saham-saham teknologi, terutama produsen chip, mengalami kerugian besar. Aksi jual ini dipicu oleh meningkatnya keraguan investor terhadap valuasi sektor teknologi yang dianggap membengkak akibat euforia kecerdasan buatan (AI).

Pada penutupan Senin, indeks NASDAQ Composite anjlok 1,55%, S&P 500 turun 0,8%, dan Dow Jones Industrial Average terkoreksi 0,26%. Kinerja sektor semikonduktor akan kembali menjadi sorotan pekan ini dengan rilis laporan pendapatan dari perusahaan-perusahaan barometer industri seperti ASML Holding NV dan TSMC.

Back to latest news

LATEST