Story

Jumlah Rig Energi AS Turun untuk Pertama Kali dalam Enam Pekan

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 24, 20261 min read
Jumlah Rig Energi AS Turun untuk Pertama Kali dalam Enam Pekan

Summary

Perusahaan-perusahaan energi AS mengurangi jumlah rig pengeboran aktif untuk pertama kalinya dalam enam pekan, menurut data terbaru dari Baker Hughes, menandakan potensi jeda dalam peningkatan aktivitas pengeboran.

Text size
Background

Perusahaan energi Amerika Serikat mengurangi jumlah rig pengeboran minyak dan gas alam yang aktif untuk pertama kalinya dalam enam pekan. Data ini, yang dirilis oleh Baker Hughes pada hari Jumat, merupakan indikator awal penting bagi produksi energi di masa depan.

Rincian Data Rig

Laporan Baker Hughes untuk pekan yang berakhir pada 24 Juli menunjukkan bahwa jumlah total rig minyak dan gas turun satu unit menjadi 587 rig, level terendah sejak pertengahan Juli. Meskipun terjadi penurunan mingguan, angka ini masih 45 rig atau 8% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Secara spesifik, data menunjukkan:

  • Rig minyak berkurang dua unit menjadi 450, level terendah sejak pertengahan Juli.
  • Rig gas bertambah satu unit menjadi 127, level tertinggi sejak pertengahan Mei.
  • Rig lain-lain tidak berubah, tetap di angka 10.
Sample IUX Markets – In-articleAd

Konteks Pasar dan Prospek Produksi

Penurunan jumlah rig ini terjadi setelah beberapa tahun terakhir mengalami kontraksi, dengan penurunan sebesar 20% pada tahun 2023, 5% pada 2024, dan 7% pada 2025. Selama periode tersebut, harga minyak AS yang lebih rendah mendorong perusahaan energi untuk memprioritaskan imbal hasil bagi pemegang saham dan pengurangan utang daripada meningkatkan produksi secara agresif.

Namun, prospek ke depan menunjukkan potensi peningkatan produksi. Administrasi Informasi Energi AS (EIA) memproyeksikan produksi minyak mentah AS akan naik dari rekor 13,6 juta barel per hari pada tahun 2025 menjadi 13,8 juta barel per hari pada tahun 2026. Proyeksi ini sejalan dengan ekspektasi kenaikan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) pada tahun 2026, yang didorong oleh potensi gangguan pasokan akibat ketegangan geopolitik.

Back to latest news

LATEST