Story
Survei AmCham: Optimisme Perusahaan AS di China Pulih Seiring Membaiknya Laba

Optimisme di kalangan perusahaan Amerika Serikat yang beroperasi di China telah meningkat secara signifikan setelah mencapai rekor terendah tahun lalu. Menurut survei tahunan dari American Chamber of Commerce in Shanghai (AmCham Shanghai), 58% responden kini optimistis terhadap prospek bisnis lima tahun mereka, naik 17 poin persentase dari tahun sebelumnya.
Profitabilitas Mendorong Rencana Investasi
Pemulihan sentimen ini sejalan dengan kinerja keuangan yang lebih kuat. Laporan tersebut, yang mensurvei 262 perusahaan, menemukan bahwa 78% responden menyatakan operasi mereka di China menguntungkan pada tahun lalu, yang merupakan level tertinggi sejak 2019.
Kondisi ini juga tercermin dalam rencana investasi. Sebanyak 28% perusahaan meningkatkan investasi mereka di China pada tahun 2025, angka tertinggi dalam empat tahun. Ke depan, 31% berencana untuk kembali menambah investasi pada tahun 2026, sementara hanya 14% yang berencana untuk menguranginya.
Stabilisasi Hubungan AS-China Jadi Katalis
Temuan survei mengindikasikan bahwa bisnis AS mendapatkan kembali kepercayaan diri seiring upaya Washington dan Beijing untuk menstabilkan hubungan. Peningkatan optimisme ini mengakhiri tren penurunan kepercayaan selama empat tahun berturut-turut.
Ad"Telah terjadi pergeseran suasana hati di antara anggota kami," kata Jeffrey Lehman, ketua AmCham Shanghai. Ia mencatat bahwa jaminan dari pimpinan kedua negara untuk mengupayakan hubungan yang konstruktif dan stabil telah memberikan kepastian bagi para pelaku bisnis.
Pergeseran Tantangan dan Lingkungan Regulasi
Meskipun sentimen membaik, tantangan bisnis tetap ada. Persaingan domestik kini telah menyalip ketegangan AS-China sebagai kekhawatiran terbesar, dengan 68% responden menyebutnya sebagai tantangan utama.
Pandangan terhadap lingkungan peraturan juga beragam. Survei menunjukkan peningkatan 7 poin persentase pada perusahaan yang menganggap lingkungan peraturan China transparan, menjadi 55%. Namun, proporsi yang mengharapkan keterbukaan peraturan lebih lanjut justru turun 2 poin persentase menjadi 39%.