Story

Dolar Menguat Usai Trump Sinyalkan Pesimisme atas Kesepakatan AS-Iran

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 8, 20261 min read
Dolar Menguat Usai Trump Sinyalkan Pesimisme atas Kesepakatan AS-Iran

Summary

Dolar AS menguat pada hari Rabu, didorong oleh permintaan aset aman setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan pesimisme mendalam mengenai kesepakatan damai dengan Iran.

Text size
Background

Dolar AS mempercepat penguatannya terhadap sejumlah mata uang utama pada hari Rabu, menangkap permintaan aset aman (safe-haven) yang tinggi setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan pesimisme mendalam mengenai kerangka kesepakatan damai dengan Iran. Indeks Dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,2% selama sesi perdagangan Eropa menyusul berita tersebut.

Berbicara di sela-sela KTT NATO di Turki, Presiden Trump menuduh Teheran melakukan permainan ganda dan meragukan status perjanjian tersebut, dengan mengatakan bahwa ia yakin gencatan senjata "telah berakhir" setelah terjadi saling serang semalam. Pernyataan ini menyusul klaim angkatan bersenjata Iran yang menyatakan telah menyerang situs militer AS di Kuwait dan Bahrain. Teheran menyebut serangan itu sebagai balasan atas serangan Amerika dan pencabutan keringanan sanksi ekspor minyak Iran oleh Washington.

Eskalasi ketegangan ini secara langsung berdampak pada pasar komoditas dan obligasi. Harga minyak mentah Brent dilaporkan melonjak 6,6%. Di sisi lain, imbal hasil obligasi pemerintah AS juga naik, dengan imbal hasil Treasury 2 tahun naik menjadi 4,24% dan imbal hasil 10 tahun mencapai level tertinggi satu bulan di 4,60%, karena pasar memperhitungkan potensi kenaikan biaya energi.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Faktor lain yang mendukung dolar adalah kecemasan pasar menjelang rilis risalah pertemuan Federal Reserve bulan Juni. Di bawah kepemimpinan Ketua baru Kevin Warsh, yang dikenal lebih memilih pendekatan yang tidak banyak bicara dan bergantung pada data, risalah ini dianggap sangat penting bagi para pedagang untuk memahami arah kebijakan The Fed, terutama di tengah pandangan yang terbagi di antara para pembuat kebijakannya.

Sementara itu, di pasar valuta asing regional, mata uang lain menunjukkan pergerakan yang beragam. Dolar Selandia Baru menguat setelah bank sentralnya menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Sebaliknya, yen Jepang tetap berada di bawah tekanan, diperdagangkan di dekat level yang sebelumnya memicu intervensi resmi, karena Bank of Japan diperkirakan akan menormalisasi kebijakannya secara bertahap.

Back to latest news

LATEST