Story
AS Tuntut Komitmen Publik Iran untuk Hentikan Serangan di Selat Hormuz

Summary
Pejabat senior AS menyatakan Washington menuntut Iran secara terbuka berkomitmen untuk menghentikan serangan terhadap kapal dan menjamin kebebasan navigasi di Selat Hormuz, jalur vital bagi seperlima pasokan minyak dunia.
Amerika Serikat menuntut Iran mengeluarkan pernyataan publik yang menjamin penghentian serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz dan memastikan semua jalur pelayaran di perairan strategis tersebut tetap terbuka tanpa pungutan. Tuntutan ini disampaikan oleh para pejabat senior AS di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut.
Tuntutan Utama Washington
Menurut para pejabat AS yang berbicara kepada sekelompok kecil wartawan, tuntutan utama adalah komitmen publik dari Teheran. "Apa yang kami tuntut adalah agar Iran mengeluarkan pernyataan publik yang mengakui semua kanal di Selat Hormuz terbuka dan mereka tidak lagi menembaki kapal," kata seorang pejabat, seraya menambahkan bahwa Iran harus memberikan pernyataan tersebut atau menghadapi konsekuensi yang tidak baik.
Selain keamanan maritim, AS juga menetapkan syarat fundamental terkait program nuklir Iran. Washington menuntut Teheran menyerahkan material nuklirnya, yang diyakini mencakup lebih dari 900 pon uranium yang diperkaya tingkat tinggi. "Saya hanya ingin memperjelas di sini bahwa jika kami tidak mendapatkan 'debu' (nuklir) itu, kami tidak memiliki kesepakatan dengan Iran," tegas seorang pejabat.
Konteks Eskalasi dan Dampak Pasar
Tuntutan ini muncul setelah serangkaian insiden keamanan, termasuk serangan terhadap tiga kapal tanker komersial Qatar dan Arab Saudi pekan ini. Insiden tersebut memicu serangan balasan dari AS ke situs-situs Iran, yang kemudian dibalas oleh Iran dengan menargetkan situs militer AS di negara-negara Teluk. Presiden AS Donald Trump telah menyatakan bahwa gencatan senjata yang ditandatangani pada bulan Juni kini telah berakhir.
AdSelat Hormuz adalah titik kritis (chokepoint) maritim di mana sekitar seperlima dari pasokan minyak dunia melintas setiap hari. Setiap gangguan atau eskalasi konflik di wilayah ini berpotensi besar mengganggu pasokan energi global dan mendorong lonjakan harga minyak mentah. Ketidakpastian ini menciptakan volatilitas di pasar komoditas energi.
Negosiasi di Tengah Ancaman
Meskipun retorika yang keras, para pejabat AS menggambarkan percakapan antara kedua negara dalam beberapa hari terakhir sebagai "produktif". Iran dilaporkan telah memberi tahu Washington bahwa serangan baru-baru ini berasal dari "bagian yang salah dari sistem mereka", yang oleh seorang pejabat AS diinterpretasikan sebagai kemungkinan adanya perebutan kekuasaan internal antara kelompok garis keras dan pragmatis di Iran.
Upaya diplomatik terus berjalan, dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi dijadwalkan melakukan perjalanan ke Oman untuk pembicaraan lebih lanjut. Namun, AS tetap mempertahankan sikap tegasnya. "Presiden telah mengarahkan kami untuk berbicara, tetapi jika mereka terus menembaki kapal... maka kami akan membalas mereka," kata seorang pejabat, seraya menambahkan bahwa AS memiliki "banyak pilihan", termasuk opsi militer dan ekonomi, jika Iran menolak untuk bekerja sama.