Story
Saham Semikonduktor AS Melemah Akibat Kekhawatiran Pendanaan AI dan Kompetisi China

Summary
Saham-saham chip AS melanjutkan pelemahan, tertekan oleh kekhawatiran mengenai skala pendanaan infrastruktur AI dan meningkatnya persaingan dari perusahaan semikonduktor China.
Saham-saham semikonduktor Amerika Serikat memperpanjang kerugiannya dalam perdagangan pra-pasar hari Selasa, melanjutkan tren pelemahan setelah aksi jual melanda saham-saham sejenis di Asia. Sentimen investor tertekan oleh kekhawatiran mengenai pendanaan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) berskala besar dan meningkatnya tekanan kompetitif dari China.
Koreksi Meluas di Sektor Chip
Aksi jual ini merupakan kelanjutan dari pelemahan pada hari Senin, ketika saham Nvidia (NVDA) anjlok 5% di New York, menyebabkannya kehilangan status sebagai perusahaan publik paling berharga di dunia. Pelemahan ini berlanjut ke pasar Asia pada hari Selasa, di mana investor menarik diri dari saham-saham yang menjadi penerima manfaat utama dari ledakan AI.
Di antara saham-saham AS yang terdampak pada pra-pasar Selasa (04:46 ET), menurut Investing.com:
- Saham chip memori seperti Micron (MU) dan Western Digital (WDC) turun sekitar 4%.
- AMD (AMD) merosot lebih dari 3%.
- Intel (INTC) melemah 3,2% dan Applied Materials (AMAT) kehilangan sekitar 2,8%.
Koreksi tajam sebelumnya terjadi di pasar Asia. Indeks Kospi Korea Selatan anjlok sekitar 11%, dengan saham raksasa seperti Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing ditutup anjlok 13% dan 15%. Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 4%, sementara produsen chip memori Kioxia anjlok 18%.
Pemicu Kekhawatiran Investor
AdAnalis mengaitkan tekanan jual ini dengan beberapa faktor utama, terutama seputar keberlanjutan ekspansi industri AI dan lanskap kompetisi global.
Skala Pendanaan Infrastruktur AI
Salah satu pemicu utama adalah laporan dari The Wall Street Journal yang menyebutkan bahwa Nvidia sedang dalam pembicaraan untuk menyediakan pendanaan sekitar $250 miliar untuk proyek pusat data masif yang terkait dengan OpenAI. Skala investasi yang sangat besar ini menimbulkan pertanyaan di kalangan investor tentang bagaimana ekspansi infrastruktur AI yang masif ini akan dibiayai secara berkelanjutan.
Meningkatnya Kompetisi dari China
Kekhawatiran lainnya adalah kemajuan kapabilitas dan persaingan yang semakin ketat dari perusahaan semikonduktor China. Produsen chip memori China, CXMT, melonjak 466% pada debutnya di bursa Shanghai pada 27 Juli. Menurut Reuters, IPO tersebut berhasil mengumpulkan dana $8,6 miliar dan mendorong nilai pasar CXMT menjadi sekitar $487,73 miliar, atau hampir setengah dari valuasi pesaingnya dari AS, Micron. Keberhasilan ini menandakan meningkatnya ancaman kompetitif bagi pemain lama di industri ini.