Story
AS Tuduh Perusahaan AI China Lakukan Ekstraksi Kapabilitas Model Skala Industri

Sejumlah badan keamanan Amerika Serikat secara resmi menuduh beberapa perusahaan kecerdasan buatan (AI) terkemuka China melakukan ekstraksi kapabilitas dari model-model AI terdepan AS dalam skala industri. Aktivitas ini diduga bertujuan untuk memangkas biaya pengembangan dan mengejar ketertinggalan teknologi dengan AS.
Rincian Tuduhan dan Skala Operasi
Dalam sebuah advisori gabungan yang dirilis pada hari Selasa, Cybersecurity and Infrastructure Security Agency (CISA), National Security Agency (NSA), dan Federal Bureau of Investigation (FBI) menyatakan bahwa kampanye ini kemungkinan besar terjadi dengan sepengetahuan pemerintah China. Menurut laporan tersebut, aktivitas ini telah berlangsung setidaknya sejak akhir tahun 2024.
Perusahaan-perusahaan yang disebutkan dalam laporan tersebut meliputi:
- DeepSeek
- Alibaba (HK:9988)
- Moonshot AI
- MiniMax (HK:0100)
- StepFun
- Z.AI (HK:2513)
Para agensi menuduh perusahaan-perusahaan ini telah mengekstraksi miliaran token melalui jutaan interaksi dari model-model AI milik AS. Secara spesifik, DeepSeek disebut menjalankan kampanye terorganisir yang menargetkan kapabilitas penalaran dan fungsi khusus untuk mengembangkan model R1 dan V3 miliknya, sementara Alibaba dituduh menggunakan distilasi skala industri untuk meningkatkan kemampuan keluarga model Qwen-nya.
Metode Ekstraksi dan Model yang Menjadi Target
AdAdvisori tersebut merinci berbagai metode yang digunakan untuk melewati batasan geografis dan sistem keamanan. Perusahaan-perusahaan China tersebut diduga menggunakan API, penyedia layanan *cloud*, agregator pihak ketiga, dan pasar abu-abu proksi yang dikenal sebagai "stasiun transfer". Mereka juga dituduh menggunakan akun palsu, langganan massal, dan sistem otomatis untuk menghindari deteksi.
Model-model AI AS yang menjadi target utama mencakup beberapa nama besar di industri seperti Claude, Gemini, GPT, dan Grok. Kapabilitas yang diekstraksi berfokus pada fungsi-fungsi krusial, termasuk penalaran, *coding*, fungsi agentik, dan optimisasi tanya-jawab. Implikasi dari tindakan ini adalah percepatan pengembangan AI di China dengan memanfaatkan hasil riset dan investasi besar dari perusahaan-perusahaan AS.
Rekomendasi bagi Industri AS
Menanggapi ancaman ini, ketiga badan keamanan tersebut mengeluarkan serangkaian rekomendasi bagi perusahaan AI di AS. Mereka diimbau untuk memperkuat pemantauan terhadap penggunaan anomali, mengubah respons sistem terhadap upaya distilasi yang dicurigai, dan meningkatkan berbagi informasi intelijen antar penyedia model, platform *cloud*, dan agregator API.
Langkah-langkah ini bertujuan untuk mempersulit upaya ekstraksi dan melindungi properti intelektual yang menjadi inti keunggulan kompetitif industri AI Amerika Serikat. Tuduhan ini semakin meningkatkan ketegangan di sektor teknologi antara Washington dan Beijing, menempatkan keamanan siber dan perlindungan model AI sebagai prioritas utama bagi para investor dan pelaku pasar.