Story
UnitedHealth Naikkan Proyeksi Laba 2026 Berkat Kontrol Biaya Medis yang Ketat

Summary
Raksasa asuransi kesehatan ini menaikkan panduan laba setahun penuh setelah melaporkan rasio biaya medis yang lebih baik dari perkiraan dan peningkatan kinerja di unit layanan kesehatan Optum.
UnitedHealth Group pada hari Kamis menaikkan proyeksi laba untuk tahun 2026, didorong oleh keberhasilan dalam mengendalikan biaya medis dan peningkatan pendapatan operasional di unit layanan kesehatannya, Optum. Berita ini disambut positif oleh investor, yang mendorong kenaikan saham perusahaan hampir 7% dalam perdagangan pra-pasar.
Kinerja Kuartal II Lampaui Ekspektasi
UnitedHealth melaporkan laba per saham (EPS) yang disesuaikan sebesar $6,38 untuk kuartal kedua, jauh melampaui estimasi rata-rata analis sebesar $4,90, menurut data LSEG. Pendapatan keseluruhan juga naik tipis menjadi $112 miliar dari $111,6 miliar pada tahun sebelumnya, mengalahkan ekspektasi pasar sekitar $111 miliar.
Metrik utama yang menjadi sorotan adalah rasio biaya medis (medical cost ratio/MCR), yaitu persentase premi yang dihabiskan untuk perawatan medis. Perusahaan mencatatkan MCR sebesar 86,70%, lebih baik (lebih rendah) dari perkiraan analis sebesar 88,47% dan MCR tahun sebelumnya sebesar 89,4%. Menurut Chief Financial Officer Wayne DeVeydt, hasil ini didukung oleh kontrol biaya dalam bisnis asuransi kesehatan Medicare dan kenaikan pembayaran untuk program Medicaid.
Proyeksi Laba Dinaikkan Signifikan
Berkat kinerja yang solid, UnitedHealth kini menargetkan laba per saham yang disesuaikan untuk setahun penuh 2026 di kisaran $19,50 hingga $20,00. Proyeksi ini merupakan peningkatan yang signifikan dari panduan sebelumnya yang setidaknya $17,75 per saham dan di atas konsensus analis sebesar $18,47.
AdSentimen positif ini menular ke saham perusahaan asuransi lainnya. Saham Centene dan Humana masing-masing naik hampir 5%, sementara Elevance dan Molina juga menguat hampir 3% dalam perdagangan pra-pasar.
Pemulihan Optum dan Konteks Bisnis
Unit layanan kesehatan Optum menunjukkan perbaikan yang kuat, dengan laba operasional pada kuartal kedua meningkat 29% dari tahun sebelumnya menjadi $4 miliar. Peningkatan ini didorong oleh perbaikan operasional di segmen teknologi Optum Insight dan akses perawatan yang lebih baik di unit klinisnya. CFO Wayne DeVeydt menyatakan bahwa perusahaan "lebih cepat dari jadwal" dalam upaya pemulihan Optum.
Di sisi lain, perusahaan memperkirakan sekitar 500.000 orang akan keluar dari program asuransi Obamacare pada tahun 2026. Hal ini disebabkan oleh berakhirnya subsidi pemerintah era pandemi yang membuat biaya asuransi menjadi lebih tinggi bagi sebagian anggota. Meskipun demikian, perusahaan mempertahankan prospek pendapatan keseluruhan untuk tahun 2026 tidak berubah, yaitu sebesar $439 miliar.