Story

Ukraina Tawarkan Gencatan Senjata di Laut Hitam kepada Rusia di Tengah Kekhawatiran Pasokan Pangan

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 13, 20261 min read
Ukraina Tawarkan Gencatan Senjata di Laut Hitam kepada Rusia di Tengah Kekhawatiran Pasokan Pangan

Summary

Ukraina dilaporkan telah mengusulkan kepada Rusia untuk saling menghentikan serangan di Laut Hitam, sebuah langkah yang dapat meredakan ketegangan yang mengancam pasokan pangan global. Pasar komoditas merespons berita tersebut dengan penurunan harga gandum.

Text size
Background

Ukraina dilaporkan telah mengirimkan tawaran kepada Rusia yang menyarankan kedua belah pihak untuk menghentikan serangan terhadap sasaran sipil di Laut Hitam. Menurut sebuah sumber yang mengetahui masalah ini, langkah tersebut diambil di tengah meningkatnya kekhawatiran global terhadap pasokan pangan setelah serangan intensif selama beberapa minggu terhadap kapal dan pelabuhan.

Detail Proposal dan Konteks

Proposal untuk menangguhkan serangan tersebut dikirimkan oleh Kyiv melalui pihak ketiga, dan Ukraina masih menunggu tanggapan dari Moskow, kata sumber tersebut kepada Reuters. Baik Rusia maupun Ukraina, yang merupakan pemain utama di pasar pertanian dunia, saling menuduh telah menargetkan kapal-kapal yang digunakan untuk ekspor pertanian.

Blokade de facto Rusia terhadap pelabuhan-pelabuhan Ukraina di wilayah Odesa telah memaksa Kyiv untuk mencari rute pengiriman alternatif. Banyak pemilik kapal menghentikan layanan ke pelabuhan ekspor biji-bijian utama tersebut karena khawatir akan serangan Rusia yang telah menargetkan puluhan kapal berbendera asing dan infrastruktur pelabuhan.

Reaksi Pasar dan Respons Rusia

Sample IUX Markets – In-articleAd

Berita mengenai tawaran Ukraina ini berdampak langsung pada pasar komoditas. Kontrak berjangka gandum Euronext untuk bulan September (BL2U6) berbalik melemah, menghapus kenaikan tajam yang terjadi sebelumnya setelah laporan Reuters dipublikasikan.

Sementara itu, Rusia belum memberikan komentar resmi mengenai tawaran tersebut. Namun, sebelum laporan ini muncul, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Alexander Grushko menyatakan bahwa Moskow belum menerima proposal gencatan senjata resmi di Laut Hitam. "Kami belum menerima proposal formal apa pun," katanya, menurut kantor berita negara Rusia, TASS.

Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengatakan pada hari Sabtu bahwa sebuah proposal telah disampaikan kepada Rusia dan Ukraina agar kedua negara mendeklarasikan moratorium serangan di Laut Hitam. Eskalasi konflik telah menyebabkan ekspor biji-bijian Ukraina anjlok 76% secara tahunan pada bulan Agustus, memicu peringatan akan konsekuensi besar bagi ekonomi jika situasi ini berlanjut.

Back to latest news

LATEST