Story
Futures TSX Melemah, Minyak Melonjak di Tengah Ketegangan Baru Timur Tengah

Kontrak berjangka yang terkait dengan bursa saham utama Kanada yang kaya akan sumber daya, S&P/TSX, menunjukkan pelemahan pada hari Rabu. Kontrak berjangka standar indeks S&P/TSX 60 dilaporkan turun 25 poin, atau 1,2%. Pelemahan ini sejalan dengan pasar AS, di mana kontrak berjangka Dow, S&P 500, dan Nasdaq 100 juga mengalami penurunan signifikan.
Pemicu utama sentimen negatif pasar adalah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang meragukan status kesepakatan damai sementara dengan Iran, bahkan menyebut kesepakatan itu "berakhir". Ketegangan meningkat setelah angkatan bersenjata Iran menyatakan telah menyerang situs militer AS di Kuwait dan Bahrain sebagai balasan atas serangan Amerika.
Eskalasi konflik ini secara langsung berdampak pada pasar komoditas energi. Harga minyak mentah melonjak tajam, memicu kembali kekhawatiran bahwa inflasi yang didorong oleh energi dapat mempersulit jalur kebijakan Federal Reserve. Harga minyak mentah Brent naik 5,2% menjadi $78,01 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) AS naik 5,1% menjadi $74,00 per barel.
AdDi sisi lain, harga emas justru mengalami penurunan. Emas spot turun 1,3% menjadi $4.053,49 per ons, sementara kontrak berjangka emas turun 2,3%. Penurunan ini terjadi karena kekhawatiran inflasi dapat mendorong bank sentral, khususnya The Fed, untuk menaikkan suku bunga, yang membuat aset tanpa imbal hasil seperti emas menjadi kurang menarik bagi investor.
Para pelaku pasar kini menantikan risalah dari pertemuan The Fed pada bulan Juni yang akan dirilis kemudian. Dokumen ini diharapkan dapat memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan suku bunga bank sentral AS di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik saat ini.