Story
Futures TSX Menguat di Tengah Eskalasi Timur Tengah dan Tarif Baru AS

Summary
Kontrak berjangka untuk indeks saham utama Kanada naik tipis pada hari Jumat, saat investor mencermati meningkatnya ketegangan geopolitik, serangkaian laporan pendapatan teknologi, dan pengenaan tarif baru oleh AS.
Kontrak berjangka yang terkait dengan indeks saham utama Kanada bergerak lebih tinggi pada hari Jumat, di tengah berbagai faktor yang menjadi pertimbangan investor, termasuk eskalasi ketegangan di Timur Tengah, laporan pendapatan sektor teknologi, dan tarif baru yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap mitra dagangnya.
Pada pukul 07:12 ET (11:12 GMT), kontrak berjangka standar indeks S&P/TSX 60 tercatat naik 7 poin, atau 0,3%. Kenaikan ini terjadi setelah indeks komposit S&P/TSX ditutup melemah 0,8% pada hari Kamis, mundur dari rekor penutupan tertinggi yang dicapai pada sesi sebelumnya.
Eskalasi Konflik dan Dampak pada Komoditas
Salah satu pendorong utama sentimen pasar adalah potensi meluasnya konflik antara AS dan Iran. Serangan yang dilancarkan oleh militan Houthi yang didukung Iran terhadap kapal tanker Arab Saudi di Laut Merah sempat mendorong harga minyak mentah Brent, patokan global, melampaui $100 per barel.
Lonjakan harga energi ini memicu kekhawatiran akan ledakan inflasi, yang dapat mendorong bank sentral seperti Federal Reserve untuk memperketat kebijakan moneter. Sebagai respons, imbal hasil Treasury AS naik, memberikan tekanan pada saham. "Kenaikan harga energi yang terus berlanjut mulai menekan pasar keuangan secara lebih luas," kata Jonas Goltermann, Chief Markets Economist di Capital Economics, dalam sebuah catatan.
Pada hari Jumat, harga minyak Brent sedikit mundur setelah militer AS mengonfirmasi gelombang serangan ke-13 terhadap target-target Iran. Sementara itu, harga emas naik tipis, sebagian didukung oleh penurunan harga minyak, meskipun penguatan dolar AS sebagai aset *safe-haven* dapat membatasi kenaikan logam mulia tersebut.
Tarif Baru AS dan Kinerja Sektor Teknologi
AdDi luar geopolitik, pasar juga merespons kebijakan perdagangan baru dari AS. Presiden Donald Trump memberlakukan tarif baru dengan kisaran 10% hingga 12,5% terhadap impor dari 60 negara. Gedung Putih berargumen bahwa langkah ini diperlukan karena mitra dagang AS dianggap tidak cukup efektif dalam menegakkan larangan terhadap barang yang diproduksi dengan kerja paksa. Kanada dan Uni Eropa termasuk di antara negara yang dikenai tarif 10%.
Dari sisi pendapatan perusahaan, sentimen pasar beragam. Laporan yang mengecewakan dari induk Google, Alphabet, dan produsen mobil listrik Tesla membebani pasar pada hari Kamis. Namun, Intel memberikan sentimen positif setelah melaporkan kinerja kuartal kedua yang melampaui ekspektasi Wall Street, didorong oleh permintaan chip yang digunakan dalam infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Prospek Pasar
Investor kini mengalihkan perhatian mereka ke pertemuan Federal Reserve minggu depan. Menurut CME FedWatch, pasar memperkirakan probabilitas sekitar 29% untuk kenaikan suku bunga seperempat poin. Namun, analis di Nomura memprediksi The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya.
Pergerakan pasar saham berjangka AS juga menunjukkan penguatan, dengan futures Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq 100 semuanya mencatatkan kenaikan. Hal ini mengindikasikan bahwa investor mencoba mengabaikan penurunan tajam di sesi sebelumnya sambil terus memantau perkembangan geopolitik dan kebijakan ekonomi.