Story
Trump Ancam Bombardier: Bangun Pabrik di AS atau Hengkang dari Pasar

Presiden AS Donald Trump pada hari Senin meningkatkan sengketa perdagangan dengan Kanada, menuntut agar produsen pesawat Bombardier menghentikan penjualan di Amerika Serikat kecuali jika perusahaan tersebut membangun fasilitas produksi di negara itu. Ancaman ini, yang disampaikan melalui platform Truth Social, berisiko menghilangkan akses Bombardier ke pasar terbesarnya, yang menyumbang lebih dari separuh pendapatannya.
Eskalasi Ancaman Perdagangan
Dalam sebuah unggahan, Trump menyatakan bahwa produk Bombardier "tidak cukup baik" dan menuduh perusahaan tersebut "hidup dari Pembeli Amerika, Perusahaan Amerika, Bandara Amerika, dan Layanan Amerika." Menurut Trump, lebih dari 50% pendapatan Bombardier berasal dari Amerika Serikat. Analis, berdasarkan data Investing.com, memproyeksikan pendapatan setahun penuh Bombardier untuk 2026 sekitar US$10,2 miliar, yang berarti larangan di pasar AS dapat mengancam pendapatan sekitar $5 miliar.
"Jika mereka menginginkan Pasar kita, mereka harus membangun di sini, dan berhenti memperlakukan Amerika seperti 'celengan'," tulis Trump. Pernyataan ini merupakan ancaman eksistensial bagi Bombardier (TSX: BBD.B) dan menandai eskalasi tajam dalam perselisihan yang telah berlangsung lama.
Konteks Sengketa Bilateral
Ancaman terbaru ini muncul di tengah ketegangan yang lebih luas. Tarif balasan Kanada atas barang-barang AS senilai $27,6 miliar dijadwalkan mulai berlaku pada Selasa, 8 September. Tarif ini mencakup lebih dari 700 produk Amerika, termasuk baja, produk susu, dan kayu, dengan tarif antara 15% dan 50%.
AdIni bukan pertama kalinya Trump menargetkan Bombardier. Pada bulan Januari, ia mengancam akan mencabut sertifikasi jet Bombardier Global Express dan memberlakukan tarif impor 50%, meskipun kedua langkah tersebut tidak pernah dilaksanakan. Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer, dalam sebuah wawancara dengan CBC News, memperingatkan bahwa Washington tidak akan tinggal diam jika Kanada melakukan pembalasan lebih lanjut.
Dampak Finansial dan Ketidakpastian
Bagi Bombardier, pertaruhannya sangat besar. Menurut Yahoo Finance, pendapatan perusahaan pada kuartal kedua 2026 naik 6% dari tahun ke tahun menjadi US$2,2 miliar. Pendapatan setahun penuh untuk 2025 mencapai US$9,55 miliar, naik 10% dari tahun 2024. Kinerja keuangan yang solid ini kini dibayangi oleh ketidakpastian politik.
Hingga Senin sore, pihak Gedung Putih belum merinci mekanisme untuk memberlakukan larangan penjualan tersebut, dan Bombardier belum mengeluarkan tanggapan resmi. Di sisi lain, jajak pendapat Reuters/Ipsos yang diterbitkan pada 1 September menemukan bahwa hanya 20% warga Amerika yang mendukung tarif lebih tinggi terhadap Kanada, sementara 57% menentangnya, menunjukkan tantangan domestik bagi pemerintahan Trump dalam perselisihan ini.