Story
Trump Usulkan AS Kendalikan Selat Hormuz dan Pungut Biaya Keamanan

Mantan Presiden AS Donald Trump pada hari Senin mengusulkan agar Amerika Serikat mengambil alih kendali atas Selat Hormuz dan meminta pembayaran dari negara-negara lain untuk layanan keamanan di jalur air yang vital bagi pasokan minyak global tersebut. Pernyataan ini muncul di tengah eskalasi konflik militer antara AS dan Iran yang telah memicu kenaikan harga energi.
Detail Pernyataan Trump
Dalam sebuah wawancara telepon dengan program "Fox & Friends" di Fox News, Trump menegaskan bahwa AS harus menjadi penjaga utama selat tersebut. "Kami akan menjaga selat itu, dan kami mungkin akan menjalankannya. Kami akan menjadi penjaga selat itu... Dan kami harus mendapatkan penggantian untuk itu," katanya.
Trump menambahkan bahwa negara-negara lain yang diuntungkan dari keamanan jalur tersebut harus menanggung biayanya. "Kami akan dibayar untuk menjaganya – uang yang sangat banyak," ujarnya, merujuk pada negara-negara kaya yang menurutnya berpihak pada AS.
Konteks Eskalasi dan Dampak Pasar
Pernyataan Trump dilontarkan setelah ketegangan di kawasan tersebut meningkat tajam. Iran secara efektif melakukan blokade terhadap Selat Hormuz setelah AS dan Iran saling melancarkan serangan rudal dan drone selama akhir pekan. Tindakan ini secara langsung berdampak pada pasar komoditas global.
AdBagi investor dan pasar, implikasinya sangat signifikan:
- Harga Minyak Melonjak: Blokade di salah satu titik sempit (chokepoint) terpenting di dunia untuk pengiriman minyak telah mendorong harga minyak mentah lebih tinggi.
- Kekhawatiran Inflasi: Kenaikan harga energi yang berkelanjutan meningkatkan kekhawatiran tentang tekanan inflasi secara global, yang dapat memengaruhi kebijakan moneter dan pertumbuhan ekonomi.
Posisi Iran dan Kegagalan Perjanjian
Eskalasi terbaru ini merusak kesepakatan sementara yang ditandatangani bulan lalu antara AS dan Iran untuk membuka kembali selat tersebut dan menghentikan permusuhan. Sebagai tanggapan, Garda Revolusi Iran pada hari Senin menyatakan bahwa satu-satunya cara untuk memulihkan lalu lintas pelayaran normal adalah dengan mengakhiri intervensi militer AS di jalur air tersebut.
Pihak Iran juga memperingatkan bahwa "interferensi yang berkelanjutan dapat menyebabkan insiden yang lebih besar di sektor minyak dan gas global." Situasi ini menempatkan stabilitas pasokan energi global dalam ketidakpastian yang tinggi, dengan potensi volatilitas pasar yang terus berlanjut.