Story
Trump Memprediksi Iran Akan 'Menyerah' karena Perang Mengganggu Pasokan Minyak Global

Summary
Presiden Donald Trump mengatakan ia memperkirakan Iran pada akhirnya akan menyerah dalam konflik yang sedang berlangsung, dengan alasan tekanan ekonomi yang berat akibat blokade AS yang telah mengganggu pasar energi.
Presiden Donald Trump pada hari Selasa menyatakan keyakinannya bahwa Iran pada akhirnya akan menyerah dalam perang yang sedang berlangsung, dengan menyatakan bahwa negara tersebut berada dalam kondisi "sangat buruk" di bawah tekanan ekonomi AS. Pernyataan ini muncul ketika konflik yang telah berlangsung selama berbulan-bulan terus mengganggu pasar energi global dan meningkatkan pertaruhan politik menjelang pemilihan paruh waktu AS.
Penilaian Trump
Berbicara kepada wartawan, Trump memproyeksikan kemenangan AS pada akhirnya sambil mengakui ketidakpastian saat ini. "Saya tidak tahu apakah mereka akan menyerah sekarang, tetapi mereka akan menyerah," kata presiden, menurut Reuters. Dia menambahkan bahwa, dari perspektifnya, Iran "berada dalam kondisi sangat buruk."
Penilaian ini bertentangan dengan pernyataan baru-baru ini dari Teheran. Pekan lalu, presiden Iran mengatakan kepada Majelis Umum PBB bahwa negara itu tidak akan menyerah pada tekanan dari Amerika Serikat.
Dampak Pasar dan Risiko Geopolitik
Konflik, yang dimulai pada 28 Februari, telah memiliki konsekuensi signifikan bagi ekonomi global, terutama melalui gangguan pasokan energi. Blokade yang dipimpin AS di Selat Hormuz, jalur maritim penting, telah menghentikan lalu lintas melalui jalur yang sebelumnya membawa seperlima pasokan minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dunia.
AdGangguan pasokan ini telah berkontribusi pada kenaikan harga minyak, menciptakan tantangan politik dan ekonomi besar bagi pemerintahan Trump dan partai Republiknya menjelang pemilihan paruh waktu November. Biaya energi yang tinggi telah mempersulit kehidupan konsumen dan bisnis.
Latar Belakang Konflik
Perang dimulai ketika AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran, yang kemudian membalas dengan serangan terhadap Israel dan negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah pangkalan militer Amerika. Konflik yang terjadi kemudian telah mengakibatkan ribuan korban jiwa dan jutaan orang mengungsi, menurut laporan.
Elemen kunci dari strategi AS adalah blokade yang bertujuan untuk memutus jalur keuangan utama Iran: ekspor minyaknya. Hal ini telah menimbulkan biaya ekonomi yang besar bagi negara tersebut, memperburuk kesulitan bagi warganya.