Story
Trump Nyatakan Gencatan Senjata Berakhir, Namun Pembicaraan dengan Iran Berlanjut

Presiden Donald Trump pada hari Jumat menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah sepakat untuk melanjutkan pembicaraan diplomatik, meskipun ia dengan tegas mengumumkan bahwa gencatan senjata yang dicapai bulan lalu telah berakhir. Pengumuman ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan setelah serangkaian serangan di Selat Hormuz yang krusial bagi pasokan energi global.
Eskalasi Terbaru dan Akhir Gencatan Senjata
Pernyataan Trump disampaikan melalui unggahan di platform Truth Social. "Republik Islam Iran telah meminta kami untuk melanjutkan 'pembicaraan'. Kami telah setuju untuk melakukannya, tetapi Amerika Serikat telah menyatakan kepada mereka, dengan tegas, bahwa Gencatan Senjata TELAH BERAKHIR!" tulis Trump.
Namun, Iran membantah interpretasi Trump. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, yang dikutip oleh televisi pemerintah, mengatakan bahwa Teheran tidak meminta perundingan dengan AS, melainkan setuju untuk menerima seorang mediator dari Qatar. Eskalasi terbaru ini menyusul serangan terhadap tiga kapal tanker komersial Qatar dan Arab Saudi, yang mendorong AS untuk menyerang situs-situs Iran, yang kemudian dibalas oleh Iran dengan serangan ke fasilitas militer AS di negara-negara Teluk.
Menurut Kementerian Kesehatan Iran, serangan AS di enam kota di Iran pada hari Rabu dan Kamis telah menewaskan sedikitnya 17 orang dan melukai 115 lainnya.
Dampak Pasar dan Tuntutan AS
Ketegangan yang kembali memanas di Teluk telah berdampak langsung pada pasar energi global, sebuah isu sensitif menjelang pemilihan kongres AS pada bulan November. Harga minyak mentah mengalami kenaikan mingguan terbesar dalam delapan minggu terakhir.
AdImplikasi pasar dari konflik ini sangat signifikan:
- Selat Hormuz menangani sekitar seperlima dari pengiriman minyak dan gas alam cair (LNG) global sebelum konflik.
- Persediaan bensin AS turun 1,9 juta barel pekan lalu, hampir 10 juta barel di bawah rata-rata lima tahun, menurut Energy Information Administration (EIA).
- Stok bensin dilaporkan berada di bawah norma musiman di seluruh wilayah AS.
Pejabat senior AS menyatakan bahwa Washington menuntut Iran secara terbuka menyatakan akan menghentikan serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz dan menjamin semua jalur pelayaran tetap terbuka tanpa pungutan. "Mereka akan memberikan pernyataan itu atau kami tidak akan mendapatkan hasil yang baik untuk mereka," kata seorang pejabat.
Upaya Diplomatik dan Konteks Regional
Di tengah ketegangan, upaya diplomatik tetap berjalan. Negosiator dari Qatar dilaporkan bertemu dengan para pejabat di Iran pada hari Jumat untuk meredakan situasi dan membahas navigasi yang aman. Selain itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, dijadwalkan mengunjungi Oman untuk membahas pengaturan jalur aman bagi kapal.
Konflik ini, yang kini memasuki bulan kelima, dimulai pada 28 Februari dengan serangan AS-Israel terhadap Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Situasi ini telah menelan ribuan korban jiwa, mengganggu pasokan energi dunia, dan meningkatkan kekhawatiran akan perlambatan ekonomi global.