Story
Trump: Selat Hormuz Tetap Terbuka untuk Lalu Lintas Komersial

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada hari Minggu mengatakan bahwa Selat Hormuz terbuka untuk lalu lintas komersial, meskipun AS dan Iran terus saling melancarkan serangan yang menimbulkan kekhawatiran atas keamanan di salah satu rute pengiriman minyak terpenting di dunia.
Pernyataan di Tengah Ketegangan
Komentar Trump tersebut disampaikan dalam sebuah wawancara di program "Meet the Press" di stasiun televisi NBC, seperti dilaporkan oleh Reuters. Pernyataan ini muncul di saat ketegangan geopolitik di wilayah Teluk Persia meningkat, menyusul serangkaian serangan balasan antara pasukan AS dan Iran.
Jaminan dari presiden AS ini bertujuan untuk menenangkan kekhawatiran tentang potensi gangguan pasokan energi global. Namun, situasi di lapangan tetap tegang dan dapat berubah dengan cepat.
AdImplikasi bagi Pasar Minyak
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis (chokepoint) yang dilalui oleh sebagian besar minyak mentah dari Timur Tengah. Gangguan apa pun di selat ini berpotensi besar mengguncang harga minyak mentah dunia karena risiko terganggunya pasokan.
Pernyataan Trump dapat diartikan sebagai upaya untuk menstabilkan pasar dan mencegah lonjakan harga minyak yang dipicu oleh premi risiko geopolitik. Meskipun demikian, para pelaku pasar akan tetap memantau dengan cermat setiap perkembangan di kawasan tersebut, karena insiden lebih lanjut dapat dengan cepat mengubah sentimen dan memicu volatilitas harga.