Story
Imbal Hasil Treasury AS Naik Jelang Rilis Risalah The Fed yang Diperkirakan Hawkish

Imbal hasil obligasi pemerintah di Amerika Serikat dan Zona Euro naik pada hari Selasa, karena pasar pendapatan tetap bersiap menghadapi rilis risalah rapat Federal Reserve yang berpotensi hawkish. Di Eropa, perbaikan sentimen investor mendorong pergeseran dari aset safe-haven, yang turut menekan harga obligasi.
Tekanan jual ini mendorong imbal hasil—yang bergerak berlawanan arah dengan harga—naik di seluruh kurva. Menurut data Investing.com, imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun yang menjadi acuan naik tipis ke level 4,49%, sementara imbal hasil Treasury bertenor 2 tahun yang sensitif terhadap kebijakan juga menguat menjadi 4,13%.
Antisipasi Risalah Rapat The Fed
Pendorong utama di balik sikap defensif pasar adalah publikasi risalah rapat kebijakan Federal Open Market Committee (FOMC) pada hari Rabu yang akan datang. Dokumen ini akan memberikan pandangan terperinci pertama mengenai dinamika di dalam komite di bawah kepemimpinan Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh.
Meskipun bank sentral mempertahankan suku bunga dana federal di kisaran 3,50%–3,75% bulan lalu, Ringkasan Proyeksi Ekonomi (SEP) yang menyertainya mengejutkan pasar dengan nada yang terasa hawkish. Hal ini terjadi meskipun data non-farm payrolls baru-baru ini menunjukkan ekonomi AS hanya menambah 57.000 pekerjaan pada bulan Juni, jauh di bawah konsensus 115.000.
AdDinamika di Pasar Eropa
Di Zona Euro, imbal hasil obligasi pemerintah Jerman (Bund) bertenor 10 tahun juga naik menjadi 2,948%. Kenaikan ini sebagian besar dipicu oleh rilis indeks Sentix terbaru yang menunjukkan lonjakan kepercayaan investor yang jauh lebih kuat dari perkiraan untuk bulan Juli.
Prospek ekonomi yang membaik, terutama untuk basis industri Jerman, mendorong rotasi investor keluar dari obligasi pemerintah yang dianggap aman dan beralih ke kelas aset berisiko seperti ekuitas. Selain itu, pernyataan dari pejabat European Central Bank (ECB), Fabio Panetta, mengenai tekanan politik jangka panjang terhadap bank sentral untuk menyerap defisit pemerintah yang lebih besar, turut menambah tekanan pada pasar obligasi.