Story

Tether Tambah 14 Ton Emas ke Cadangannya pada Kuartal II

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 31, 20261 min read
Tether Tambah 14 Ton Emas ke Cadangannya pada Kuartal II

Summary

Penerbit stablecoin Tether secara signifikan meningkatkan kepemilikan emasnya, menambah 14 metrik ton ke dalam cadangannya pada kuartal kedua di tengah penurunan harga komoditas tersebut.

Text size
Background

Tether, penerbit stablecoin terbesar di dunia, meningkatkan cadangan emasnya menjadi lebih dari 146 metrik ton setelah menambah 14 ton selama kuartal kedua. Langkah ini diumumkan perusahaan dalam sebuah pernyataan yang merinci hasil keuangan periode April-Juni.

Strategi Cadangan dan Kinerja Keuangan

Menurut laporan tersebut, cadangan yang mendukung stablecoin Tether USDT mencakup stok emas senilai $18,8 miliar pada akhir Juni. Perusahaan menjadi pembeli emas utama tahun lalu untuk mendukung token USDT, yang memiliki sirkulasi senilai $183,7 miliar, dan token emas Tether XAUT dengan sirkulasi $2,9 miliar.

CEO Tether, Paolo Ardoino, menyatakan bahwa perusahaan terus menjadi salah satu pembeli surat utang negara AS (U.S. Treasuries) terbesar di dunia. "Kami mengurangi pinjaman yang dijamin sebesar $2,38 miliar, dan menambahkan 14 ton emas fisik," kata Ardoino. Ia menambahkan bahwa laba operasi bersih perusahaan untuk kuartal tersebut mencapai $1,50 miliar, didorong oleh kinerja portofolio U.S. Treasury dan repo.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Konteks Pasar dan Implikasi

Setiap token USDT yang diterbitkan Tether dirancang untuk mewakili satu dolar AS yang disimpan dalam cadangan, sementara token XAUT sepenuhnya dijamin oleh emas fisik. Cadangan ini bertujuan untuk memastikan USDT dapat ditukarkan dengan dolar AS saat dibutuhkan, menjaga stabilitas pasaknya.

Data menunjukkan bahwa Tether mengakselerasi pembelian emasnya pada kuartal kedua, meningkat dari 6 ton yang dibeli pada kuartal pertama. Waktu pembelian ini bertepatan dengan periode di mana harga emas mencatat penurunan kuartalan tertajam sejak 2013, yaitu sebesar 14%. Hal ini mengindikasikan strategi pembelian oportunistik oleh perusahaan di tengah volatilitas pasar komoditas.

Back to latest news

LATEST