Story
Tesco Pertimbangkan Penjualan Bisnis di Eropa Tengah dan Timur

Summary
Raksasa supermarket Inggris, Tesco, dilaporkan sedang menjajaki penjualan operasinya di Hungaria, Republik Ceko, dan Slovakia. Langkah ini dapat menandai berakhirnya upaya ekspansi global perusahaan yang telah berjalan selama tiga dekade.
Jaringan supermarket asal Inggris, Tesco, dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk menjual operasinya di kawasan Eropa Tengah dan Timur. Menurut laporan Financial Times yang mengutip sumber yang mengetahui masalah ini, perusahaan tersebut bekerja sama dengan para bankir untuk meninjau berbagai opsi untuk unit bisnisnya di Hungaria, Republik Ceko, dan Slovakia.
Jika penjualan ini terwujud, maka ini akan menjadi akhir dari upaya ekspansi global Tesco yang telah berlangsung selama tiga dekade. Hal ini akan membuat Tesco hanya memiliki operasi di Inggris dan Irlandia. Bisnis Tesco di Eropa Tengah dan Timur, yang dimulai di Hungaria pada tahun 1995, saat ini mempekerjakan lebih dari 22.000 orang.
Langkah ini merupakan kelanjutan dari strategi penarikan diri Tesco dari pasar internasional yang telah berlangsung selama beberapa tahun, terutama sejak skandal akuntansi pada tahun 2014. Sejak saat itu, perusahaan telah menjual sebagian besar operasi internasionalnya untuk menstabilkan keuangannya.
AdBeberapa divestasi besar yang telah dilakukan sebelumnya termasuk penjualan bisnis Homeplus di Korea Selatan senilai £4,2 miliar pada tahun 2015 dan penjualan unit bisnisnya di Thailand dan Malaysia senilai £8 miliar pada tahun 2020. Perusahaan juga pernah menutup bisnis Fresh & Easy di Amerika Serikat yang merugi pada tahun 2013.
Laporan tersebut juga mencatat bahwa Tesco sempat mempertimbangkan untuk menjual divisi ini lebih dari satu dekade yang lalu di bawah kepemimpinan mantan CEO Sir Dave Lewis, sebagai bagian dari serangkaian penjualan aset untuk menstabilkan keuangan grup setelah skandal tersebut.