Story
Proyeksi Keuangan Dipangkas, Saham Telenor Anjlok Tajam

Summary
Saham Telenor anjlok lebih dari 11% setelah operator telekomunikasi Norwegia tersebut secara signifikan memangkas proyeksi keuangan setahun penuh menyusul rilis kinerja kuartal kedua 2026.
Saham Telenor anjlok 11,9% ke level NOK 127,9 dalam sesi perdagangan hari ini, setelah perusahaan merilis laporan keuangan kuartal kedua 2026 yang disertai dengan pemangkasan signifikan pada proyeksi keuangan setahun penuh. Penurunan tajam ini menandai level terendah baru saham tersebut dalam 52 minggu terakhir.
Proyeksi 2026 Direvisi Turun
Manajemen Telenor merevisi turun panduan kinerjanya untuk sisa tahun ini, sebuah langkah yang mengecewakan investor. Perusahaan kini menghadapi prospek yang lebih menantang dibandingkan ekspektasi sebelumnya.
- Pertumbuhan EBITDA: Proyeksi pertumbuhan EBITDA organik yang disesuaikan untuk tahun 2026 kini diperkirakan datar hingga sedikit negatif. Ini merupakan revisi tajam dari proyeksi sebelumnya yaitu pertumbuhan datar hingga satu digit rendah.
- Arus Kas Bebas: Proyeksi arus kas bebas sebelum aktivitas merger dan akuisisi (M&A) dipersempit menjadi sekitar NOK 10 miliar, dari rentang sebelumnya NOK 10–11 miliar.
Tantangan Operasional di Berbagai Wilayah
AdCEO Telenor, Benedicte Schilbred Fasmer, mengatribusikan pemangkasan proyeksi ini pada beberapa faktor. Ia menyebutkan pertumbuhan pendapatan yang lebih lambat dari perkiraan di Norwegia dan Finlandia, biaya operasional yang meningkat, tekanan terkait kontrak, serta tantangan kondisi makroekonomi di Bangladesh.
Selain itu, bisnis Telenor di kawasan Nordik kini menghadapi pemangkasan proyeksi untuk pendapatan layanan dan pertumbuhan EBITDA. Sementara itu, segmen bisnis di Asia terus membebani hasil kinerja grup secara keseluruhan. Fasmer menambahkan bahwa manfaat dari program transformasi yang sedang berjalan diharapkan akan mulai terlihat lebih jelas menjelang akhir tahun.
Konteks Pasar
Aksi jual besar-besaran ini diperparah oleh sentimen analis yang sudah memburuk sebelum laporan keuangan dirilis. Pada akhir Juni, misalnya, Barclays telah menurunkan peringkat saham Telenor menjadi "underweight". Kombinasi dari revisi panduan yang mengecewakan, tantangan operasional di dua wilayah utama (Nordik dan Asia), serta skeptisisme analis yang sudah ada sebelumnya menciptakan tekanan jual yang luar biasa pada saham hari ini.