Story

Target Tunjuk Mantan CEO 7-Eleven Joe DePinto sebagai Anggota Dewan Direksi

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 22, 20261 min read
Target Tunjuk Mantan CEO 7-Eleven Joe DePinto sebagai Anggota Dewan Direksi
Text size
Background

Target Corp. pada hari Rabu mengumumkan penunjukan Joe DePinto, mantan CEO 7-Eleven, sebagai anggota baru dewan direksinya. Langkah ini menambah seorang veteran industri ritel berpengalaman ke dalam jajaran kepemimpinan perusahaan saat peritel tersebut berupaya mempertahankan momentum pemulihan di bawah CEO baru, Michael Fiddelke.

Latar Belakang Penunjukan

DePinto, yang memimpin operator toko kelontong 7-Eleven selama hampir dua dekade, membawa lebih dari 30 tahun pengalaman di sektor ritel dan barang konsumsi. Ia juga pernah memegang posisi kepemimpinan senior di PepsiCo dan GameStop. Menurut Target, DePinto akan resmi bergabung dengan dewan direksi pada 1 Agustus dan akan bertugas di komite infrastruktur dan keuangan, serta komite audit dan risiko.

Penunjukan ini menambah keahlian eksternal yang signifikan bagi dewan direksi, yang diharapkan dapat memberikan panduan strategis bagi tim manajemen baru Target.

Konteks Strategi Turnaround

Sample IUX Markets – In-articleAd

Langkah ini diambil di tengah upaya Target untuk mendapatkan kembali momentum setelah beberapa tahun mengalami pertumbuhan penjualan yang lesu. Perusahaan menghadapi tekanan dari konsumen yang beralih ke pesaing dengan harga lebih rendah dan mengurangi pengeluaran untuk barang-barang non-esensial.

Di bawah kepemimpinan Fiddelke, yang mengambil alih posisi CEO dari Brian Cornell awal tahun ini, Target telah berfokus pada beberapa inisiatif utama:

  • Meningkatkan ketersediaan inventaris
  • Memperkuat ragam produk
  • Mempertajam proposisi nilai dengan menurunkan harga dan meluncurkan produk yang lebih segar

Upaya ini mulai menunjukkan hasil awal yang positif. Pada bulan Mei, Target menaikkan proyeksi pertumbuhan penjualan tahunannya untuk pertama kali dalam dua tahun setelah melaporkan hasil kuartalan yang lebih kuat dari perkiraan. Meskipun demikian, perusahaan tetap berhati-hati, memperingatkan bahwa kondisi makroekonomi yang menantang dapat terus menekan permintaan konsumen.

Back to latest news

LATEST