Story

Lalu Lintas Tanker di Selat Hormuz Anjlok ke Level Terendah Dua Bulan di Tengah Ketegangan AS-Iran

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 13, 20261 min read
Lalu Lintas Tanker di Selat Hormuz Anjlok ke Level Terendah Dua Bulan di Tengah Ketegangan AS-Iran
Text size
Background

Aktivitas kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz pada hari Senin anjlok ke level terendah dalam dua bulan terakhir. Penurunan ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran keamanan akibat eskalasi serangan militer antara Amerika Serikat dan Iran serta serangan terhadap kapal di jalur perairan vital tersebut.

Penurunan Aktivitas dan Pemicunya

Berdasarkan analisis data perkapalan dari Kpler, lalu lintas kapal tanker minyak dan gas turun ke titik terendah sejak 25 Mei. Penurunan ini mencerminkan keengganan operator kapal untuk mengambil risiko di salah satu titik choke point terpenting di dunia untuk pasokan energi.

Kondisi ini diperkuat oleh imbauan yang dikeluarkan pada hari Minggu oleh Pusat Informasi Maritim Gabungan yang dipimpin Angkatan Laut AS. Lembaga tersebut mengonfirmasi bahwa lalu lintas komersial melalui Selat Hormuz berlanjut pada "tingkat yang berkurang". Data pelacakan kapal dari LSEG dan MarineTraffic juga menunjukkan hanya sedikit kapal yang terlihat berlayar menuju pintu masuk selat, salah satunya adalah kapal tanker produk minyak *Sea Faith* yang bertujuan ke Sohar.

Dampak Terhadap Pasar Global

Sample IUX Markets – In-articleAd

Pialang kapal Gibson memperingatkan dalam laporannya bahwa penutupan Selat Hormuz yang berkepanjangan akan menciptakan kondisi yang sulit bagi pasar global. Situasi ini menjadi lebih kritis mengingat stok global telah menipis dengan cepat dalam beberapa bulan terakhir.

Menurut Gibson, gangguan berkelanjutan di Selat Hormuz dapat mengakibatkan beberapa konsekuensi signifikan bagi pasar, antara lain:

  • Pengetatan pasokan minyak dan gas secara global.
  • Kenaikan harga komoditas energi akibat kelangkaan.
  • Risiko penurunan (downside risk) bagi pasar kapal tanker itu sendiri.

Investor dan pelaku pasar energi kini memantau dengan cermat perkembangan geopolitik di kawasan tersebut, karena setiap eskalasi lebih lanjut dapat berdampak langsung pada stabilitas pasokan dan harga energi dunia.

Back to latest news

LATEST