Story

Bursa Taiwan Menguat 1,52% Didorong Sektor Teknologi, Capai Level Tertinggi Sebulan

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 7, 20261 min read
Bursa Taiwan Menguat 1,52% Didorong Sektor Teknologi, Capai Level Tertinggi Sebulan
Text size
Background

Indeks Taiwan Weighted (TWII) ditutup dengan kenaikan tajam sebesar 1,52% pada akhir perdagangan hari Senin, mencapai level tertinggi baru dalam satu bulan. Penguatan ini terutama didorong oleh kinerja positif di sektor-sektor kunci seperti Kaca, Semikonduktor, dan Elektronik, menurut data pasar.

Kinerja Sektoral dan Saham Penggerak

Kenaikan indeks acuan Taiwan didukung oleh lonjakan signifikan pada beberapa saham berkapitalisasi besar. Saham-saham teknologi menunjukkan kinerja yang menonjol selama sesi perdagangan.

  • Kinerja Terbaik:
  • Topoint Technology Co Ltd (8021) melonjak 10,00% atau 42,00 poin ke level 462,00.
  • United Microelectronics Corporation (2303) juga menguat 10,00% atau 13,00 poin dan berakhir di 143,00.
  • Holy Stone Enterprise Co Ltd (3026) naik 9,99% atau 70,00 poin menjadi 771,00.
  • Kinerja Terburuk:
  • LARGAN Precision Co Ltd (3008) anjlok 10,00% atau 740,00 poin ke level 6.660,00.
  • PELL BIO MED TECHNOLOGY CO LTD (6949) turun 9,93% ke level terendah sepanjang masa di 67,10.
  • KS Terminals Inc (3003) melemah 9,92% menjadi 59,00.
Sample IUX Markets – In-articleAd

Konteks Pasar Lebih Luas

Meskipun indeks utama mencatatkan kenaikan yang kuat, data pasar menunjukkan bahwa sentimen secara keseluruhan lebih beragam. Di Bursa Efek Taiwan, jumlah saham yang mengalami penurunan (594) lebih banyak dibandingkan dengan saham yang naik (418), sementara 113 saham lainnya tidak berubah. Hal ini mengindikasikan bahwa kenaikan indeks terkonsentrasi pada saham-saham tertentu, terutama di sektor teknologi.

Di pasar komoditas, harga minyak mentah menunjukkan tren kenaikan, sementara kontrak berjangka emas mengalami penurunan. Di pasar valuta asing, Dolar Taiwan (TWD) terpantau menguat tipis terhadap Dolar AS, dengan pasangan USD/TWD turun 0,12% ke 31,60.

Back to latest news

LATEST