Story

Pound Sterling Menguat Didukung Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga BoE

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 10, 20262 min read
Pound Sterling Menguat Didukung Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga BoE
Text size
Background

Pound sterling menguat ke level tertingginya sejak 29 Agustus pada hari Kamis, didorong oleh ekspektasi pasar yang meningkat terhadap kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Bank of England (BoE). Penguatan ini terjadi di tengah lonjakan harga minyak dan meningkatnya ketegangan geopolitik.

Menurut data yang dikutip oleh Investing.com, pasangan mata uang GBP/USD naik 0,07% ke level 1,3554. Penguatan ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap pengetatan kebijakan moneter di Inggris yang lebih agresif dibandingkan bank sentral lainnya.

Prospek Kebijakan Moneter Mendorong Pound

Dukungan utama bagi sterling datang dari pergeseran prospek kebijakan moneter Bank of England. Meskipun BoE diperkirakan tidak akan menaikkan suku bunga pada pertemuan berikutnya, pasar kini telah memperhitungkan beberapa kenaikan di masa mendatang.

  • Pasar memperkirakan setidaknya dua kali kenaikan suku bunga oleh BoE hingga Maret tahun depan.
  • Terdapat sekitar 40% probabilitas untuk kenaikan ketiga dalam periode yang sama.
  • Sebagai perbandingan, investor saat ini hanya memperkirakan dua kenaikan suku bunga dari Federal Reserve AS dalam rentang waktu yang sama.

Ekspektasi ini diperkuat oleh data inflasi harga konsumen (CPI) Inggris yang meningkat menjadi 2,9% pada bulan Juli, naik dari 2,6% pada bulan sebelumnya. Angka ini menambah tekanan bagi BoE untuk bertindak.

Tantangan dari Harga Energi dan Pernyataan BoE

Sample IUX Markets – In-articleAd

Meskipun prospek suku bunga mendukung pound, terdapat beberapa faktor risiko yang membayangi. Harga minyak mentah Brent telah melonjak di atas $100 per barel untuk pertama kalinya sejak Juli, yang dapat menambah tekanan inflasi sekaligus membebani ekonomi Inggris yang bergantung pada impor energi.

Di sisi lain, Bank of England berupaya meredam ekspektasi pasar yang terlalu agresif. Gubernur Andrew Bailey menekankan bahwa pengetatan moneter lebih lanjut tidak dijamin. Selain itu, risiko fiskal menjelang pengumuman Anggaran musim gugur juga menambah ketidakpastian bagi prospek ekonomi.

Konteks Pasar Global

Di Amerika Serikat, pelemahan dolar AS turut membantu penguatan pound. Analis dari ING mencatat bahwa pengumuman pembelian kembali obligasi jangka panjang oleh Departemen Keuangan AS sebesar $6 miliar, lebih rendah dari rumor pasar, gagal memberikan dorongan signifikan bagi dolar. Pelaku pasar kini menantikan data inflasi AS dan pertemuan FOMC pekan depan untuk petunjuk lebih lanjut.

Sementara itu, euro juga menguat terhadap dolar, dengan pasangan EUR/USD naik 0,08% ke 1,1639. Pasar tampaknya memperhitungkan kebijakan yang lebih ketat dari Bank Sentral Eropa (ECB), meskipun beberapa analis, termasuk dari ING, skeptis bahwa ekspektasi tersebut akan terpenuhi mengingat proyeksi inflasi yang lunak.

Back to latest news

LATEST