Story
Saham Starbucks Melonjak Usai Rilis Kinerja Keuangan di Atas Ekspektasi

Summary
Saham Starbucks melonjak tajam dalam perdagangan pasca-penutupan setelah perusahaan melaporkan pendapatan kuartal ketiga fiskal yang melampaui estimasi analis dan menaikkan prospek setahun penuh.
Saham Starbucks (SBUX) melonjak 7,5% dalam perdagangan pasca-penutupan (after-hours) setelah raksasa kopi ini melaporkan hasil keuangan kuartal ketiga fiskal yang melampaui semua metrik utama dan menaikkan panduan setahun penuh secara signifikan. Kinerja yang kuat ini memberikan sinyal positif kepada investor bahwa strategi pemulihan perusahaan mulai menunjukkan hasil yang nyata.
Kinerja Keuangan Lampaui Prediksi
Laporan keuangan Starbucks menunjukkan kinerja yang solid, melampaui ekspektasi para analis di Wall Street. Investor terutama menyoroti pertumbuhan penjualan yang kuat, yang menandakan pemulihan permintaan konsumen.
Berikut adalah angka-angka kunci dari laporan tersebut:
- Laba per Saham (EPS) Disesuaikan: $0,85, jauh di atas konsensus analis sebesar $0,66.
- Pendapatan Bersih Konsolidasi: $9,3 miliar, juga melampaui ekspektasi.
- Pertumbuhan Penjualan Toko Sebanding Global (Comparable Store Sales): 7,9%, secara signifikan mengungguli perkiraan Wall Street sekitar 5,7%.
Menurut perusahaan, pertumbuhan ini didorong oleh kombinasi peningkatan lalu lintas pelanggan dan nilai transaksi rata-rata yang lebih tinggi. Ini menunjukkan bahwa frekuensi kunjungan dan pengeluaran konsumen pulih secara bersamaan.
Prospek Setahun Penuh Ditingkatkan
AdSeiring dengan hasil kuartalan yang kuat, Starbucks juga menaikkan prospek keuangannya untuk sisa tahun fiskal 2026. Langkah ini meningkatkan kepercayaan investor terhadap momentum pertumbuhan perusahaan ke depan.
Starbucks menaikkan panduan EPS disesuaikan untuk setahun penuh menjadi kisaran $2,55 hingga $2,65, naik dari sebelumnya $2,25 hingga $2,45. Perusahaan juga menaikkan target pertumbuhan penjualan toko sebanding menjadi hampir 6% secara global dan lebih dari 6% untuk pasar Amerika Serikat.
CEO Brian Niccol menyatakan bahwa kuartal ini menandai "momen di mana momentum kami menjadi benar-benar terukur," merujuk pada empat kuartal berturut-turut dengan pertumbuhan penjualan sebanding yang positif.
Reaksi Pasar dan Implikasi Investor
Lonjakan saham Starbucks terjadi secara independen dari tren pasar yang lebih luas, di mana indeks S&P 500 dan Nasdaq justru sedikit melemah dalam sesi perdagangan reguler. Hal ini menggarisbawahi bahwa pergerakan harga saham sepenuhnya didorong oleh berita spesifik perusahaan.
Reaksi pasar bahkan melampaui ekspektasi yang tersirat di pasar opsi, yang sebelumnya memproyeksikan pergerakan sekitar 5,5% pasca-rilis laporan keuangan. Kombinasi dari laba yang melampaui target, akselerasi penjualan, dan prospek yang lebih cerah mendorong saham ke level tertinggi baru sepanjang masa dalam perdagangan pasca-penutupan, melampaui level tertinggi 52 minggu sebelumnya di $109,23.