Story

Permintaan Tiongkok Dorong Harga Kedelai Berjangka ke Rekor Kontrak

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 30, 20261 min read
Permintaan Tiongkok Dorong Harga Kedelai Berjangka ke Rekor Kontrak

Summary

Harga kedelai berjangka di Chicago Board of Trade melonjak ke level tertinggi dalam kontraknya, didorong oleh pembelian signifikan dari Tiongkok dan data penjualan ekspor AS yang solid.

Text size
Background

Harga kedelai berjangka di Chicago Board of Trade (CBOT) mencapai rekor tertinggi kontrak baru, didorong oleh permintaan yang kuat dari importir utama, Tiongkok. Kontrak kedelai November sebagai acuan utama ditutup naik 20 sen menjadi $12,88 per gantang.

Pendorong Utama dari Tiongkok

Aktivitas pembelian dari Tiongkok menjadi katalis utama kenaikan harga. Hal ini dibuktikan dengan lelang kedelai kelima yang dilakukan oleh badan cadangan biji-bijian negara Tiongkok, Sinograin, dalam waktu kurang dari sebulan.

Lelang tersebut, menurut laporan pasar, bertujuan untuk mengosongkan ruang gudang guna menyambut kargo kedelai AS yang akan datang. Langkah ini mengindikasikan ekspektasi impor dalam jumlah besar dan permintaan berkelanjutan dari negara tersebut.

Penjualan Ekspor yang Solid Dikonfirmasi

Departemen Pertanian AS (USDA) mengonfirmasi sejumlah penjualan swasta yang signifikan melalui sistem pelaporan hariannya, yang semakin menopang harga. Rincian penjualan tersebut meliputi:

Sample IUX Markets – In-articleAd
  • 182.000 metrik ton kedelai untuk pengiriman ke Tiongkok.
  • 226.000 metrik ton kedelai untuk pengiriman ke tujuan yang tidak diungkapkan.
  • 100.000 metrik ton bungkil kedelai ke Jerman.
  • 100.000 metrik ton bungkil kedelai ke Belanda.

Potensi Peningkatan Mandat Biofuel

Sentimen pasar juga didukung oleh laporan bahwa pemerintah AS sedang mempertimbangkan rencana untuk menaikkan kuota biofuel untuk tahun 2027. Menurut dua sumber yang mengetahui masalah ini, rencana tersebut bertujuan untuk meningkatkan mandat sekitar 500 juta galon untuk mengimbangi potensi pengecualian bagi kilang-kilang kecil.

Jika diterapkan, kebijakan ini berpotensi meningkatkan permintaan domestik untuk minyak kedelai, yang merupakan bahan baku utama untuk biofuel, sehingga memberikan dukungan lebih lanjut bagi keseluruhan kompleks kedelai.

Back to latest news

LATEST