Story
Korea Selatan Luncurkan Perdagangan Won 24 Jam Demi Status Pasar Maju

Korea Selatan pada hari Senin memulai perdagangan mata uang won terhadap dolar AS selama hampir 24 jam, menandai salah satu reformasi pasar valuta asing terbesar dalam beberapa dekade terakhir. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan akses pasar bagi investor global dan memperkuat upaya Seoul untuk mendapatkan status pasar maju dalam indeks saham global.
Upaya Meraih Status Pasar Maju
Reformasi ini merupakan bagian penting dari upaya lebih luas Korea Selatan untuk ditingkatkan statusnya ke dalam Indeks Pasar Maju MSCI. Selama ini, MSCI telah lama menyebutkan pembatasan di pasar valuta asing negara tersebut sebagai salah satu hambatan utama untuk reklasifikasi.
Sebelumnya, perdagangan won-dolar di pasar domestik sebagian besar terbatas pada jam kerja lokal. Hal ini memaksa banyak investor luar negeri untuk mengandalkan kontrak serah non-penyerahan (*non-deliverable forwards* atau NDF) di pasar luar negeri untuk mengelola eksposur mata uang mereka. Dengan jam perdagangan yang diperpanjang, investor kini dapat bertransaksi langsung di pasar domestik di luar jam kerja Asia.
Detail Reformasi dan Dampak Awal
Sesi perdagangan semalam akan didukung oleh bank-bank domestik yang ditunjuk serta bank-bank internasional yang terdaftar untuk berpartisipasi di pasar valuta asing lokal. Otoritas memperkirakan likuiditas akan terbentuk secara bertahap seiring dengan semakin banyaknya institusi luar negeri yang bergabung.
AdPada hari pertama pelaksanaannya, won diperdagangkan melemah, dengan pasangan USD/KRW naik 0,3%. Pemerintah juga telah melonggarkan persyaratan akses pasar bagi investor asing sebagai bagian dari paket reformasi yang lebih luas.
Konteks Pasar yang Lebih Luas
Langkah ini merupakan bagian dari modernisasi pasar modal Seoul untuk meningkatkan daya tariknya bagi investor global. Pasar saham Korea Selatan telah menunjukkan kinerja yang kuat, dengan indeks KOSPI naik lebih dari 30% tahun ini, menjadikannya salah satu pasar saham utama dengan kinerja terbaik di Asia.
Kenaikan ini didorong oleh penguatan saham-saham produsen chip yang dipicu oleh euforia kecerdasan buatan (AI) dan optimisme terhadap reformasi tata kelola perusahaan. Para pejabat berharap bahwa akses yang lebih mudah ke pasar valuta asing akan semakin memperkuat daya tarik Korea Selatan dan mendukung argumennya untuk reklasifikasi.