Story
Rand Afrika Selatan Menguat Saat Dolar Melemah Akibat Data Ketenagakerjaan AS

Summary
Rand Afrika Selatan menguat terhadap dolar AS pada hari Kamis, didorong oleh pelemahan dolar setelah rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan.
Mata uang rand Afrika Selatan menguat pada hari Kamis setelah dolar AS melemah menyusul data pekerjaan Amerika yang lebih rendah dari ekspektasi. Rand diperdagangkan pada level 16,24 terhadap dolar, menguat sebesar 1,0% dari penutupan sebelumnya.
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap sekelompok mata uang lainnya, turun sekitar 0,6%. Pelemahan ini terjadi setelah data nonfarm payrolls AS hanya meningkat sebesar 57.000 pada bulan Juni, jauh di bawah perkiraan para ekonom sebesar 110.000. Meskipun demikian, tingkat pengangguran dilaporkan turun menjadi 4,2% dari 4,3%.
Selain data AS, harga minyak juga mengalami penurunan hampir 2%. Hal ini dilaporkan terjadi setelah Qatar mengumumkan adanya kemajuan dalam diskusi antara Iran dan AS mengenai Selat Hormuz, yang meredakan kekhawatiran pasokan di pasar global.
AdDi pasar saham lokal, indeks Top-40 di Bursa Efek Johannesburg juga tercatat naik sekitar 1,5%. Tanpa adanya data ekonomi lokal yang signifikan, pergerakan rand sering kali mengikuti faktor-faktor global, seperti rilis data ekonomi AS dan perkembangan geopolitik, serupa dengan mata uang negara berkembang lainnya.