Story
Saham SoftBank Anjlok 11% Setelah OpenAI Menyatakan Tidak Akan IPO pada 2026

Saham SoftBank Group Corp. (TYO:9984) anjlok signifikan pada hari Senin, menyusul pernyataan dari CEO OpenAI Sam Altman bahwa perusahaannya tidak akan menggelar penawaran umum perdana (IPO) pada tahun 2026. Berita ini menekan sentimen di sektor teknologi dan memicu aksi jual besar-besaran pada saham investor utama OpenAI tersebut.
Reaksi Pasar
Menurut data pasar, saham SoftBank anjlok lebih dari 11% ke level 5.795,0 yen. Penurunan ini menjadikan SoftBank sebagai salah satu saham dengan kinerja terburuk di indeks acuan Nikkei 225, yang juga terkoreksi sebesar 2% pada hari yang sama.
Komentar Altman, yang dilaporkan berasal dari sebuah wawancara majalah, secara efektif memupus harapan investor akan adanya keuntungan cepat dari investasi besar SoftBank di startup kecerdasan buatan (AI) tersebut. IPO akan memberikan jalan bagi SoftBank untuk merealisasikan imbal hasil yang kuat dan segera atas investasinya.
Pertaruhan Besar SoftBank di Sektor AI
Prospek tertundanya IPO OpenAI menjadi pukulan bagi SoftBank, yang telah berkomitmen lebih dari $60 miliar untuk mendanai perusahaan tersebut. Untuk membiayai investasi ini, SoftBank diketahui telah mengambil utang dalam jumlah besar, termasuk pinjaman jembatan dengan menjaminkan kepemilikan saham lainnya.
AdSelain itu, pernyataan Altman muncul di tengah seruan dari para pemimpin industri teknologi lainnya, termasuk CEO Anthropic Dario Amodei, untuk memperlambat laju pengembangan AI karena potensi risikonya. Sentimen perlambatan ini berisiko bagi strategi SoftBank yang sangat bergantung pada pertumbuhan pesat di sektor AI.
Implikasi Lebih Luas
Potensi perlambatan pengembangan AI juga dapat berdampak pada anak usaha SoftBank lainnya, terutama Arm, perusahaan desain chip. Valuasi Arm telah diuntungkan secara signifikan oleh tingginya permintaan chip untuk aplikasi AI, dan pembalikan tren ini dapat memicu penurunan valuasi yang tajam.
Secara keseluruhan, perkembangan ini dapat memengaruhi portofolio teknologi SoftBank yang lebih luas. Meskipun saham konglomerat teknologi Jepang ini telah naik hampir 26% sepanjang tahun 2026, berita terbaru ini menyoroti kerentanan model investasinya terhadap perubahan sentimen di sektor AI.