Story
Harga Perak Melonjak Hampir 5% di Tengah Meredanya Ketegangan Geopolitik dan Spekulasi Suku Bunga Fed

Harga perak spot (Silver Spot US Dollar) melonjak tajam hampir 5,0% dalam sesi perdagangan hari ini, mencapai $62,46 per troy ounce. Kenaikan signifikan ini dipicu oleh kombinasi optimisme geopolitik dan pergeseran ekspektasi kebijakan moneter Federal Reserve AS.
Pendorong Reli Harga Perak
Katalis utama kenaikan harga perak adalah meredanya ketegangan di Timur Tengah. Pernyataan Presiden Trump mengenai potensi kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz secepatnya pada hari Rabu telah menekan dolar AS. Menurut laporan, negosiasi yang melibatkan Iran dan Oman secara langsung menunjukkan kemajuan. Pelemahan dolar AS secara inheren menguntungkan komoditas yang dihargakan dalam dolar seperti perak, karena membuatnya lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.
Selain itu, ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat telah menurun. Data ekonomi AS yang lebih lemah dari perkiraan dan harga minyak yang lebih rendah mengurangi tekanan bagi The Fed untuk segera menaikkan suku bunga. Akibatnya, probabilitas kenaikan suku bunga pada bulan September, menurut data pasar, turun menjadi 57%. Suku bunga yang lebih rendah mengurangi *opportunity cost* untuk memegang aset tanpa imbal hasil seperti perak, sehingga meningkatkan daya tariknya bagi investor.
Analisis Teknis dan Dampak Pasar
Kenaikan ini merupakan kelanjutan dari penguatan yang terjadi pada hari sebelumnya, membawa harga perak ke level tertinggi sejak 7 Juli. Dari sisi teknis, reli ini dipicu oleh penembusan beberapa level kunci:
Ad- Level psikologis $60,00 yang sebelumnya menjadi area resistensi.
- Rata-rata pergerakan sederhana (Simple Moving Average) 200-periode pada grafik 4 jam.
Sentimen *risk-on* ini juga tercermin di pasar saham AS yang lebih luas, dengan indeks S&P 500 naik 0,4% dan Dow Jones Industrial Average menguat 1,1%. Para investor kini mengalihkan perhatian mereka pada data pasar tenaga kerja AS untuk bulan Juli yang akan dirilis pada hari Jumat, yang akan memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan The Fed.
Konteks Jangka Panjang
Reli hari ini sejalan dengan tren penguatan perak yang telah mencapai level tertinggi multi-dekade pada tahun 2025 dan 2026. Tren ini didukung oleh defisit pasokan yang persisten, lonjakan permintaan industri dari sektor energi surya dan kendaraan listrik, serta permintaan sebagai aset *safe-haven* di tengah ketidakpastian geopolitik. Kenaikan saat ini merupakan kombinasi kuat dari faktor-faktor tersebut dengan katalis jangka pendek berupa pelemahan dolar dan memudarnya kekhawatiran kenaikan suku bunga.