Story
Saham ServiceTitan Anjlok Hampir 30% Akibat Proyeksi yang Lemah

Saham ServiceTitan (TTAN) anjlok 29,98% dan ditutup pada harga $57,12 pada 9 September 2026, mendekati level terendah 52 minggu di $54,17. Penurunan drastis ini terjadi setelah perusahaan merilis laporan keuangan yang menunjukkan perlambatan pertumbuhan dan memberikan proyeksi pendapatan untuk kuartal mendatang yang mengecewakan investor.
Kinerja Keuangan dan Proyeksi
Untuk kuartal fiskal kedua, ServiceTitan sebenarnya melaporkan pendapatan sebesar $292,8 juta, melampaui estimasi analis sebesar $285,9 juta. Namun, laba per saham disesuaikan (adjusted EPS) tercatat sebesar -$0,26, sedikit lebih buruk dari perkiraan -$0,25.
Faktor utama yang menekan harga saham adalah metrik fundamental dan panduan ke depan yang lebih lemah:
- Pertumbuhan pendapatan melambat menjadi 21%, turun dari sekitar 24,6% pada periode sebelumnya.
- Pertumbuhan *Gross Transaction Value* (GTV) juga melambat menjadi 17%.
- Proyeksi pendapatan untuk kuartal ketiga fiskal ditetapkan antara $285 juta hingga $287 juta, angka yang lebih rendah dari pendapatan yang baru saja dilaporkan.
- Transisi ke produk Max AI diperkirakan akan menjadi hambatan pendapatan jangka pendek sebesar $4 juta hingga $5 juta.
- Perusahaan juga mengumumkan bahwa Chief Revenue Officer, Ross Biestman, akan mengundurkan diri dari jabatannya.
Analisis Dampak Pasar
AdPenurunan tajam saham ini mencerminkan reset ekspektasi pasar terhadap prospek ekonomi perusahaan ke depan, bukan sekadar reaksi terhadap melesetnya angka EPS. Sinyal teknikal menunjukkan momentum negatif yang kuat, dengan indikator harian, mingguan, dan bulanan berada dalam kategori "Jual Kuat" (*Strong Sell*).
Meskipun beberapa indikator seperti *Relative Strength Index* (RSI) harian di 23,96 menunjukkan kondisi *oversold* (jenuh jual), kondisi ini dapat bertahan lebih lama ketika terjadi reset fundamental. Investor disarankan untuk berhati-hati dan tidak menganggap penurunan ini sebagai peluang beli otomatis.
Sisi Positif dan Prospek Pemulihan
Di tengah sentimen negatif, ServiceTitan masih memiliki beberapa poin positif. Adopsi produk AI baru perusahaan, Max, meningkat dua kali lipat dari kuartal sebelumnya, kini telah digunakan oleh lebih dari 700 pelanggan. Selain itu, tingkat retensi dolar bersih (*net dollar retention*) tetap solid di atas 110%.
Menurut InvestingPro, neraca keuangan perusahaan tetap sehat dengan posisi kas yang lebih besar dari utang. Prospek pemulihan saham ini akan sangat bergantung pada kemampuan perusahaan untuk menstabilkan pertumbuhan GTV, memberikan panduan pendapatan yang lebih baik, dan membuktikan bahwa produk Max AI dapat mendorong monetisasi dalam jangka panjang.