Story
Tadawul Ditutup Menguat Tipis 0,10% Didukung Sektor Industri dan Konstruksi

Indeks saham acuan Arab Saudi, Tadawul All Share (TASI), ditutup dengan kenaikan tipis pada akhir perdagangan hari Minggu. Menurut data pasar, indeks utama menguat sebesar 0,10%, didorong oleh kinerja positif dari beberapa sektor kunci.
Kinerja Sektoral dan Saham Unggulan
Penguatan indeks TASI terutama disokong oleh kenaikan di sektor Investasi Industri, Semen, dan Konstruksi & Bangunan. Kinerja positif ini tercermin pada beberapa saham individual yang menjadi penggerak utama pasar.
Saham-saham dengan kinerja terbaik pada sesi ini meliputi:
- LIVA Insurance Co (TADAWUL:8280): Melonjak 9,93% ke level 14,61, sekaligus mencatatkan rekor tertinggi dalam 52 minggu terakhir.
- Saudi Printing & Packaging Company (TADAWUL:4270): Naik 9,91% dan ditutup di harga 7,21.
- Saudi Industrial Export Co (TADAWUL:4140): Menguat 8,89% ke posisi 2,45.
Di sisi lain, beberapa saham menekan laju indeks, dengan Saudi Fisheries Co. (TADAWUL:6050) menjadi salah satu yang berkinerja terburuk setelah anjlok 4,76%. Diikuti oleh Saudi Arabia Refineries Co. (TADAWUL:2030) yang turun 4,08% dan East Pipes Integrated Company for Industry (TADAWUL:1321) yang melemah 3,96%.
Sentimen Pasar Campuran
AdMeskipun indeks utama berhasil ditutup di zona hijau, sentimen pasar secara keseluruhan cenderung beragam. Data dari Bursa Efek Arab Saudi menunjukkan jumlah saham yang melemah melampaui jumlah saham yang menguat.
Sebanyak 159 saham mengalami penurunan, lebih banyak dibandingkan 154 saham yang mencatatkan kenaikan, sementara 25 saham lainnya tidak menunjukkan perubahan harga. Kondisi ini mengindikasikan bahwa kenaikan indeks tidak merata di seluruh papan perdagangan dan investor menunjukkan kehati-hatian.
Konteks Komoditas Global
Kenaikan tipis di pasar saham Saudi terjadi di tengah kondisi pasar komoditas yang melemah. Berdasarkan laporan Investing.com, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus turun 0,93% menjadi $71,41 per barel.
Sementara itu, harga minyak mentah Brent untuk kontrak September juga terkoreksi sebesar 0,38% menjadi $76,01 per barel. Pelemahan harga minyak, yang merupakan komoditas ekspor utama Arab Saudi, dapat menjadi faktor yang membatasi potensi kenaikan pasar saham dalam jangka pendek.