Story
Indeks Tadawul Arab Saudi Melemah Tipis Tertekan Sektor Properti dan Ritel

Bursa saham Arab Saudi ditutup sedikit lebih rendah pada akhir perdagangan hari Kamis, dengan indeks acuan Tadawul All Share terkoreksi tipis. Pelemahan ini terutama didorong oleh kerugian yang terjadi pada sektor Perhotelan & Pariwisata, Bangunan & Konstruksi, dan Ritel.
Rangkuman Kinerja Pasar
Pada penutupan perdagangan, indeks Tadawul All Share (TASI) turun 0,08%. Data pasar dari Bursa Efek Arab Saudi menunjukkan sentimen yang cenderung negatif, di mana jumlah saham yang melemah melampaui saham yang menguat dengan rasio 204 berbanding 122, sementara 21 saham lainnya ditutup stagnan.
Tekanan jual terkonsentrasi pada beberapa sektor kunci yang membebani kinerja indeks secara keseluruhan, menandakan kehati-hatian investor di tengah dinamika pasar yang beragam.
Saham Penggerak Utama
Di tengah pelemahan pasar, beberapa saham dari sektor asuransi justru menunjukkan kinerja yang solid dan menjadi penopang utama.
- Penguat Teratas:
- Saudi RE Cooperative Reinsurance (8200) melonjak 9,97% ke level 27,80.
- The Company for Coop. Insurance (8010) naik 4,75% menjadi 93,70.
- The Mediterranean&Gulf Insurance Co (8030) menguat 3,66% ke posisi 17,00.
AdSementara itu, saham-saham berikut menjadi pemberat utama indeks pada sesi kali ini.
- Pelemahan Terdalam:
- Saudi Fisheries Co. (6050) anjlok 4,99% ke level 68,55.
- Al Sorayai Trading&Industrial Group (1213) turun 3,74% menjadi 16,23.
- Arab Sea Information Systems Co SJSC (7201) terkoreksi 3,17% ke 3,97.
Konteks Komoditas dan Valuta Asing
Pelemahan tipis di pasar saham Saudi terjadi meskipun harga minyak mentah global, yang menjadi penopang utama ekonomi kerajaan, mengalami kenaikan signifikan. Menurut data Investing.com, harga minyak mentah WTI untuk pengiriman Oktober naik 4,64% menjadi $100,51 per barel, dan minyak Brent untuk pengiriman November melonjak 4,15% ke $105,41 per barel.
Di pasar lain, kontrak berjangka emas turun 1,74%, sementara Indeks Dolar AS Berjangka naik 0,32%. Penguatan dolar AS sering kali memberikan tekanan pada aset di pasar negara berkembang. Di pasar valuta, pasangan USD/SAR terpantau stabil di level 3,75.