Story
Indeks TASI Arab Saudi Ditutup Menguat 0,72% Didorong Sektor Keuangan dan Ritel

Indeks acuan saham Arab Saudi, Tadawul All Share (TASI), ditutup di zona hijau pada akhir perdagangan hari Rabu, membukukan kenaikan sebesar 0,72%. Penguatan ini terutama didorong oleh kinerja positif dari saham-saham di sektor Semen, Jasa Keuangan, dan Ritel.
Kinerja Pasar
Sentimen pasar secara keseluruhan cenderung positif, di mana data dari Bursa Efek Arab Saudi menunjukkan jumlah saham yang menguat melampaui saham yang melemah. Tercatat sebanyak 177 saham mengalami kenaikan, sementara 120 saham turun dan 30 saham lainnya tidak berubah.
Kenaikan indeks TASI ini sejalan dengan tren positif di pasar komoditas global, terutama minyak mentah, yang merupakan pendorong utama ekonomi Arab Saudi. Investor memantau pergerakan harga komoditas sebagai salah satu indikator penting bagi kinerja emiten di bursa regional.
Saham Penggerak Utama
Beberapa emiten menunjukkan pergerakan harga yang signifikan selama sesi perdagangan. Kinerja saham-saham ini menjadi penopang utama kenaikan indeks secara keseluruhan.
Saham dengan Kenaikan Tertinggi
Ad- Raoom Trading Company SJSC (4144): Melonjak 9,72% menjadi 79,00 dan berhasil mencapai level tertinggi dalam 52 minggu.
- Kingdom Holding Company (4280): Menguat 7,28% dan ditutup pada harga 12,08.
- National Medical Care Company (4005): Naik 5,42% ke level 109,00.
Saham dengan Penurunan Terdalam
- East Pipes Integrated Company for Industry (1321): Anjlok 9,96% menjadi 198,90.
- Saudi Fisheries Co. (6050): Melemah 5,93% ke level 63,50.
- Mutakamela Insurance Co (8040): Turun 3,63% dan ditutup pada 13,01.
Konteks Komoditas dan Valuta Asing
Di pasar komoditas, harga minyak mentah menunjukkan penguatan. Minyak mentah untuk pengiriman September naik 2,82% menjadi $86,72 per barel, sementara minyak Brent untuk pengiriman September terapresiasi 3,19% ke level $93,91 per barel.
Sementara itu, kontrak emas berjangka untuk bulan Agustus juga menguat 1,37% menjadi $4.132,22 per troy ounce. Di pasar valuta asing, pasangan USD/SAR terpantau stabil di level 3,75, sedangkan Indeks Dolar AS Berjangka sedikit melemah 0,08% menjadi 100,92.