Story

Indeks Tadawul Arab Saudi Melemah 1,30%, Tertekan Sektor Energi dan Pelemahan Minyak

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 13, 20261 min read
Indeks Tadawul Arab Saudi Melemah 1,30%, Tertekan Sektor Energi dan Pelemahan Minyak
Text size
Background

Indeks saham utama Arab Saudi, Tadawul All Share (TASI), mengakhiri sesi perdagangan hari Minggu dengan pelemahan signifikan, ditutup anjlok 1,30%. Penurunan ini terutama didorong oleh kinerja negatif dari sektor-sektor utama seperti Energi & Utilitas, Semen, serta Media & Penerbitan.

Rincian Kinerja Pasar

Sentimen negatif mendominasi bursa Arab Saudi, di mana saham-saham yang merugi jauh melampaui yang menguat. Data dari Bursa Efek Arab Saudi menunjukkan sebanyak 268 saham mengalami penurunan, sementara hanya 67 saham yang berhasil membukukan kenaikan, dan 15 saham lainnya tidak berubah.

Koreksi pasar ini mencerminkan tekanan jual yang luas, dengan sektor energi menjadi salah satu pemberat utama seiring dengan pergerakan harga komoditas global.

Saham Penggerak Utama

Beberapa saham mencatatkan pergerakan paling signifikan selama sesi perdagangan.

Sample IUX Markets – In-articleAd
  • Pelemahan Terdalam (Top Losers):
  • Saudi Aramco Base Oil Company JSC (TADAWUL:2223) anjlok 9,97% ke level 127,30.
  • Knowledge Economic City (TADAWUL:4310) turun 5,08% menjadi 18,88.
  • Allied Cooperative Insurance Group SJSC (TADAWUL:8150) melemah 4,96% ke posisi 7,85.
  • Kenaikan Tertinggi (Top Gainers):
  • Arriyadh Development Co. (TADAWUL:4150) memimpin penguatan dengan kenaikan 5,68% ke level 16,75.
  • Saudi RE Cooperative Reinsurance (TADAWUL:8200) naik 3,67% menjadi 28,82.
  • Saudi Automotive Services Co. (TADAWUL:4050) menguat 3,40% ke 45,62.

Konteks Komoditas Global

Pelemahan di bursa saham Saudi sejalan dengan tren penurunan di pasar komoditas energi. Harga minyak mentah, yang menjadi penopang utama ekonomi kerajaan, tercatat terkoreksi.

Menurut data pasar, harga minyak mentah WTI untuk pengiriman Oktober turun 2,43% menjadi $99,99 per barel. Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman November anjlok 2,94% ke level $104,47 per barel. Pelemahan harga minyak ini secara langsung memberikan tekanan pada saham-saham di sektor energi.

Back to latest news

LATEST