Story

Saba Capital Naikkan Kepemilikan di Workspace Group Menjadi 29,1%

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 14, 20261 min read
Saba Capital Naikkan Kepemilikan di Workspace Group Menjadi 29,1%

Summary

Investor aktivis Saba Capital Management telah meningkatkan kepemilikannya di Workspace Group, mengintensifkan pertarungan dengan dewan direksi menjelang RUPST bulan ini.

Text size
Background

Saba Capital Management telah meningkatkan kepemilikannya di penyedia ruang kantor fleksibel, Workspace Group (LON:WKP), menjadi 29,1% dari sebelumnya 28,2%. Menurut laporan keterbukaan informasi pada hari Selasa, langkah ini semakin meningkatkan tekanan investor aktivis tersebut terhadap manajemen perusahaan menjelang Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).

Eskalasi Tekanan Investor Aktivis

Kenaikan kepemilikan ini menandai eskalasi terbaru dalam kampanye yang dilancarkan Saba terhadap Workspace. Sejak Januari, Saba Capital telah lebih dari dua kali lipat posisinya, yang saat itu baru sebesar 13,5%.

Pada bulan Juni, Saba secara resmi bergerak untuk mengganti direktur non-eksekutif Workspace. Investor tersebut mengkritik kinerja perusahaan yang dinilai buruk selama bertahun-tahun, yang menurut mereka tercermin dari harga saham yang diperdagangkan dengan diskon sekitar 50% terhadap nilai aset bersihnya (NAV). Saba juga menyatakan telah memiliki rencana divestasi untuk 56 properti.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Respons Manajemen Workspace

Manajemen Workspace menolak keras proposal Saba dan telah meminta para pemegang saham untuk memberikan suara menentang usulan tersebut pada RUPST yang dijadwalkan akhir bulan ini. Perusahaan menyebut rencana Saba sebagai "berisiko tinggi, berpandangan pendek, dan tidak sesuai untuk perusahaan."

Sebagai tanggapan, Workspace bulan lalu mengumumkan strategi "transformasi menuju bisnis yang berfokus pada laba". Rencana ini bertujuan untuk menggunakan dana dari hasil penjualan aset untuk memodernisasi properti, meningkatkan pendapatan sewa, dan pada akhirnya menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham.

Back to latest news

LATEST