Story

Rusia Gunakan Drone Serat Optik Anti-Jamming untuk Serang Gardu Induk Ukraina

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 13, 20262 min read
Rusia Gunakan Drone Serat Optik Anti-Jamming untuk Serang Gardu Induk Ukraina
Text size
Background

Rusia menggunakan drone kecil yang dikendalikan melalui kabel serat optik untuk melewati pertahanan Ukraina dan merusak gardu induk listrik tegangan tinggi di wilayah Sumy, menurut analisis sumber terbuka. Taktik baru ini memungkinkan drone untuk kebal terhadap sistem peperangan elektronik yang dirancang untuk mengganggu sinyal radio.

Rekaman serangan yang diunggah di media sosial Rusia telah diverifikasi oleh Centre for Information Resilience (CIR), sebuah kelompok investigasi sumber terbuka yang berbasis di London, dan dikonfirmasi oleh Reuters. Serangan ini merupakan bagian dari kampanye Rusia yang lebih luas untuk menargetkan fasilitas energi Ukraina.

Taktik Baru untuk Melumpuhkan Infrastruktur

Ukraina sebelumnya telah melindungi infrastruktur energinya, seperti transformator tegangan tinggi, dengan sarkofagus beton besar dan jaring anti-drone. Namun, drone *First Person View* (FPV) yang terhubung dengan kabel serat optik kebal terhadap gangguan sinyal selama kabel tipisnya tidak putus atau tersangkut.

Menurut Joshua Scriven, seorang investigator di CIR, pasukan Rusia menggunakan drone pertama untuk membuat lubang pada jaring pelindung. Drone kedua kemudian dikirim melalui celah tersebut untuk menargetkan komponen paling vital di dalam gardu induk: autotransformator. Menghancurkan autotransformator akan melumpuhkan seluruh unit transformator.

Dampak Ekonomi dan Strategis

Serangan ini menunjukkan analisis biaya-manfaat yang sangat menguntungkan bagi penyerang. Oleksandr Kharchenko, kepala Energy Research Centre di Kyiv, menyatakan bahwa biaya satu autotransformator di gardu induk 330 kilovolt (kV) bisa mencapai sekitar $3,5 juta.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Sebagai perbandingan, biaya satu drone FPV serat optik bisa serendah $2.000. CIR telah memverifikasi setidaknya empat serangan semacam itu pada gardu induk 330 kV yang tampaknya terlindungi dengan baik, serta setidaknya empat serangan lainnya pada gardu induk 110 kV yang lebih kecil.

  • Jangkauan Serangan: Lokasi serangan tercatat berada antara 16 hingga 26 km dari garis depan, menunjukkan peningkatan jangkauan drone serat optik kecil.
  • Tujuan Strategis: Scriven berpendapat bahwa serangan ini adalah bagian dari strategi Rusia untuk mengisolasi wilayah Ukraina dari jaringan listrik nasional dan kemudian memadamkan listrik dengan menyerang pembangkit listrik lokal.

Konteks Serangan

Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya bombardir Rusia di wilayah Sumy. Otoritas Ukraina mengakui situasi keamanan di wilayah perbatasan tersebut telah memburuk. Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) sebelumnya telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap komandan senior militer Rusia atas serangan terhadap jaringan listrik Ukraina antara tahun 2022 dan 2023.

Rusia menyangkal telah menargetkan warga sipil dan menyatakan bahwa semua serangannya memiliki tujuan militer. Penggunaan drone serat optik ini menunjukkan evolusi taktis yang terus-menerus dalam konflik untuk mengatasi langkah-langkah pertahanan yang semakin canggih.

Back to latest news

LATEST